Mei Bergerak

BULAN Mei, bukan bulan biasa dari 12 bulan lainnya dalam satu tahun. Bulan Mei penuh dengan agenda-agenda penting, bersejarah dan bulan yang biasa dikatakan sebagai bulannya pergerakan rakyat.

Diawali dari May Day (1 Mei), yang selalu diperingati oleh buruh/pekerja sedunia. Di Indonesia, May Day begitu penting dikalangan buruh apalagi konon hampir 50 persen pekerjaan rakyat Indonesia ialah sebagai buruh/pekerja baik kerah putih maupun kerah biru. Hal itu bukan tanpa sebab, sejarah pergerakan di Indonesia tidak terlepas dari peran kaum buruh di awal abad 19. Hingga akhirnya dan atas desakan buruh, May Day ditetapkan sebagai hari libur Nasional pada era SBY.

Pada tanggal 2 Mei, tanggal ini tertuju kepada kaum intelektual. 2 Mei selalu diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Privatisasi dan komersialisasi dunia pendidikan masih menjadi permasalahan hingga saat ini, yang menyebabkan akses rakyat untuk mengenyam pendidikan menjadi kecil peluangnya karena membutuhkan biaya yang tinggi.

Persoalan uang kuliah tunggal (UKT), kurikulum, hingga metode pembelajaran yang dinilai terlalu sentralistik selalu dipersoalkan oleh gerakan-gerakan mahasiswa/pelajar untuk mengkritik sistem Pendidikan di Indonesia.

Hari terbunuhnya Marsinah pada tanggal 8 Mei pada tahun 1993 juga patut diperingati oleh seluruh gerakan rakyat. Marsinah ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan karena disiksa akibat memperjuangkan kenaikan upah di tempatnya bekerja. Untuk itu, Marsinah juga dikenal sebagai ikon perjuangan buruh perempuan pertama di Indonesia.

Selain itu, juga ada Peristiwa Trisakti (12 Mei) dan tragedi Mei (13-15 Mei) menjadi rantai perjuangan gerakan rakyat untuk menjatuhkan pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998.

Sementara, Hari Kebangkitan Nasional yang selalu diperingati setiap tanggal 20 Mei menjadi awal gerakan perlawanan rakyat untuk merebut kepemimpinan ekonomi politik di tanah air dari tangan penjajah. Sedangkan tanggal 21 Mei merupakan hari kejatuhan Orde Baru yang dilakukan oleh gerakan-gerakan rakyat pada tahun 1998.

Selain momen-momen tersebut, Bulan Mei sebagai bulan perlawanan rakyat juga dapat dimaknai sebagai bulan perjalanan gerakan rakyat di Indonesia. Dari masa ke masa, agenda perlawanan dari gerakan rakyat di bulan Mei selalu memberikan perubahan ekonomi politik di Negeri ini.

Semoga, pada bulan Mei ini, Pemerintah bisa membuka mata, hati, serta pikiran untuk mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat. [Randi]

Komentar Facebook
Ads