Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pecinta satwa dari lintas komunitas mendesak Pemerintah Aceh untuk menyelamatkan habitat harimau Sumatera yang ada di hutan Aceh. Pasalnya, populasi harimau setiap tahunnya mengalami penurunan.

Menurut kordinator Earth Hour Aceh, Cut Ervida Diana mengatakan setiap tahun kasus perburuan dan jual beli harimau meningkat. Sehingga mengancam kelestarian Harimau Sumatera. Kemudian perlu kerjasama dari aparat dan masyarakat untuk bisa mencegah kasus serupa kedepan.

“Kami menyerukan agar Pemerintah Aceh serius untuk menindak tegas setiap upaya penghancuran hutan Aceh, dan meminta aparat penegak hukum memberi hukaman yang berat bagi pemburu dan pedagang harimau, ” katanya disela aksi memperingati hari harimau sedunia, Minggu (30/7) di depan Masjid Baiturrahman Banda Aceh.

AdsPHP Dev Cloud Hosting

Ia menyebutkan, dari enam spesies harimau yang tersisa di dunia, harimau Sumatera nasibnya paling tragis karena pupulasinya menurun sangat cepat. Diduga, masih ada sekitar 100 ekor harimau Sumatera hidup di hutan Aceh dari total 371 ekor harimau yang tersisa di seluruh hutan Sumatera.

“Kami berharap Pemerintah tidak menghancurkan hutan Aceh yang menjadi habitat harimau dan satwa langka lainnya seperti Gajah, orangutan dan badak dengan membiarkan pembalakan liar, petambahan dan perluasan perkebunan kelapa sawit yang dapat mengancam kelestarian Harimau, “ujarnya.

Aksi Tiger Global Day di Banda Aceh juga didukung oleh forum harimau kita, WWF Indonesia, forum kalaborasi komunitas, Indorunner, Duta Wisata Banda Aceh dan Aceh Besar, Duta Bahasa, Mahasiswa Unsyiah dan Uin Arraniry, Duta lingkungan, Desa Anak Sos dan komunitas lainnya.

Disamping itu, mantan walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Ketua PKK, Darwati A Gani juga ikut serta dalam aksi tersebut. [Randi]

Ads
Artikel SebelumnyaPertamina siapkan Avtur 1.837 KL untuk layani penerbangan haji Aceh
Artikel SelanjutnyaMenteri LHK sebut kebakaran hutan di Aceh telah padam