reuters

(KANALACEH.COM) – Warga Muslim Rohingya menghadapi derita tepat saat umat Islam seluruh dunia bergembira menyambut datangnya hari raya Idul Adha, atau hari raya kurban.

Hari raya Idul Adha adalah salah satu hari besar dalam agama Islam, selain hari raya Idul Fitri. Saat Idul Adha, seluruh Muslim akan melakukan salat berjemaah pada pagi hari di seluruh masjid atau lapangan terbuka. Setelah salat biasanya dilakukan prosesi pemotongan hewan kurban, bisa berupa kambing, sapi, domba atau unta.  Hari raya Idul Adha bertepatan dengan prosesi ibadah haji di Mekah, yang menjadi salah satu rukun Islam.

routers

Tapi berbeda dengan Muslim di belahan dunia lain yang menghadapi Idul Adha dengan perayaan dan kebahagiaan, Muslim Rohingya menghadapinya dalam duka. Hanya dalam waktu empat hari, lebih dari 400 saudara mereka tewas dibantai, 58 ribu melarikan diri ke Bangladesh, dan 2.600 rumah dibakar militer Myanmar.

Ads
routers

Meski berada dalam situasi waswas dan penuh ancaman, tapi semangat untuk menghadapi hari raya tetap menyala. Muslim Rohingya tak surut langkah untuk melakukan salat Idul Adha di lapangan terbuka. Pengungsi Rohingya di Cox’s Bazaar, Bangladesh, tak jauh dari wilayah Kutupalang memenuhi lapangan. Seorang imam memimpin salat, ceramah, dan doa, yang diikuti makmum dengan khusyu dan khidmat.

routers

Dari foto yang diunggah Reuters pada Sabtu, 2 September 2017, mayoritas warga yang datang untuk salat berjemaah mengenakan baju berwarna putih. Mereka terlihat bersih dan rapi. Kedua tangan yang terangkat, menjadi saksi lirih doa mereka panjatkan. Mungkin doa untuk keselamatan dan keamanan mereka, doa untuk saudara mereka di Rohingya, juga doa agar krisis kemanusiaan yang keji itu segera berakhir. [VIVA.co.id]

Ads