Aceh tertinggi angka kemiskinan se-Sumatera

45 rumah akan dibangun untuk veteran di Aceh
Ilustrasi - Pembangunan rumah. (Ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) –  Aceh menduduki peringkat pertama angka kemiskinan se-Sumatera. Persentase penduduk miskin Aceh pada periode Maret 2018 mencapai 893 ribu orang atau 15,97 persen, meningkat 0,05 poin persen dibandingkan sebelumnya.

Perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, penduduk miskin di daerah itu bertambah 10 ribu orang dibandingkan Bulan September 2017 yang hanya 829 orang atau 15,92 persen.

“Secara nasional Aceh berada di urutan ke 5. Kalau kita liat masih cukup tinggi ya,” kata kepala BPS Aceh, Wahyudin MM, dalam konferensi pers di BPS Aceh, Senin (16/7).

Ads

Dari hasil temuan BPS, faktor terbesar penyebab kemiskinan baik pada di tingkat perkotaan dan perdesaan di Aceh adalah komoditas makanan, yaitu beras dan ikan. Selain itu, rokok juga menjadi penyumbang utama kemiskinan di Aceh.

“Khusus makanan, walaupun rokok tidak dikatagorikan sebagai makanan, tapi penggunaannya rokok itu cukup tinggi. Jangankan mereka yang kaya, miskin pun pengeluaran untuk rokok sangat besar,” ujarnya.

Kebutuhan rokok di Aceh, kata dia, cukup tinggi tidak hanya masyarakat yang memiliki ekonomi tinggi, melainkan juga masyarakat miskin atau menengah ke bawah. Satu keluarga orang miskin bisa menghabiskan sekitar 10 batang per hari.

“Itu kebutuhan rokok, andaikan itu bisa dikurangi dan kita alihkan ke kebutuhan lain yang kira-kira akan menambah kalori ke kita. Dikurangi bukan dihentikan, itu akan lebih bagus. Artinya juga berpengaruh terhadap kemiskinanya,” tuturnya.

BPS menggunakan perhitungan 2.100 kalori per kapita per hari untuk masing-masing batas minimal setiap penduduk. Nah, jika rokok dialihkan ke makanan yang mengandung kalori maka kemungkinan angka kemiskinan di Aceh akan bergeser.

“Rokok itu tidak berpengaruh terhadap kalori, tetapi pengeluarannya itu cukup besar. Berpengaruh terhadap garis kemiskinan,” katanya.

Selama periode September 2017-Maret 2018, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan di Aceh naik. Di perkotaan angka kemiskinan naik 0,02 persen menjadi 10,44 persen. Sementara di perdesaan naik 0,13 persen atau dari 18,36 persen menjadi 18,49 persen.

Sementara Indeks Kedalaman Kemisikan selama September 2017-Maret 2018 turun dari 2,917 pada September 2017 menjadi 2,845 pada Maret 2018. Dan Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,781 pada Maret 2017 menjadi 0,725 pada Maret 2018. [Randi]