Diacara Aceh milenial fest, Sandi ajak anak muda jadi pengusaha

(ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kehadiran calon wakil presiden Sandiaga Uno di Banda Aceh di isi juga dengan acara Aceh Milenial Fest, yang dilansungkan di Amel Convention Hall Banda Aceh (20/11), acara ini berlangsung seharian berisi pameran produk UKM unggulan di Aceh, yang juga dirangkai dengan sejumlah hiburan, yang salah satunya diisi oleh penyanyi Rafly.

Hadir menjadi pembicara untuk seminar kewirausahawan tersebut yaitu, Iskandarsyah Majid, Daudy Sukma CEO minyeuk pret dan Ikwan.MM pengusaha sukses Aceh.

Acara ini di moderatori oleh Mahfudz Y Loethan, ketua Sahabat Prabowo Sandi dan Raji Firdana ketua Prabowo Sandi Digital Team (Pride) Aceh, berlangsung meriah dihadiri ribuan peserta, terutama kaum muda dan sejumlah ibu-ibu.

Ads

Mantan wakil Gubernur DKI Jakarta ini, banyak memberi motivasi dan mengajak anak muda, untuk menjadi pengusaha, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru, sehingga problema besar negeri ini, besarnya angkatan pencari kerja baru di Indonesia bisa diminimalisir.

Baca: Datang ke Aceh, Sandiaga Uno mengagumi sosok Sultan Iskandar Muda

Sandi dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan SK dan louching untuk relawan Sahabat Prabowo Sandi dan PRIDE Aceh, serta menyerahkan hadiah untuk pemenang peserta kontes foto “Sandiuno Jump Challange” yang diselenggarakan oleh relawan tersebut.

Sandia berjanji, akan memperjuangkan produk UKM Aceh, untuk bisa tumbuh lebih baik dan mampu berbiacara di level nasional.

“Kita berjuang untuk membesarkan UKM dan pengusaha baru di Aceh, kita yakini dengan kerja dan plafon ekonomi yang kita miliki, pertumbuhan ekonomi ini bisa dinaikan persentasenya tumbuhnya” Kata Sandi.

Sandi juga menyebutkan, Aceh kaya akan potensi sumber daya alam, dia berharap kedepan, sumber daya alam, yang Allah karuniakan ini, bisa diolah menjadi produk unggulan Aceh, seperti yang diolah oleh Minyeuk Pret, UKM yang memproduksi parfume Aceh, yang semua material produknya dari alam Aceh.

“Jangan hanya kita kirim keluar negeri material mentah, tapi kedepan harus kita produksi sendiri apa yang bisa kita buat sendiri,” kata Sandi. [Randi/rel]