25.9 C
Banda Aceh

Kata Sandiaga Uno Soal Desakan Referendum Aceh

Headline

JAKARTA (KANALACEH.COM) – Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno mengomentari terkait adanya desakan dilakukannya referendum Aceh. Ia menegaskan bahwa Aceh adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Aceh adalah bagian daripada bingkai NKRI dan para pejuang Aceh ikut sama-sama memerdekakan Indonesia,” kata Sandiaga di Jakarta seperti dilansir laman Republika, Jumat (31/5).

Baca: Terkait Referendum, PDA: Jika Keinginan Rakyat, Kita Dukung

Ia pun menceritakan pengalamannya saat berkampanye di Aceh. Ia mengatakan bahwa dirinya banyak menemui pejuang demokrasi yang komit terhadap NKRI.

Baca: Rafli Dukung Referendum ‘Jilid II’ di Aceh

Ia pun menghormati kekecewaan yang dirasakan masyarakat Aceh. Namun ia berharap hal itu bisa dibicarakan bersama-sama.

“Jangan kita ambil pernyataan Mualem di luar proporsinya, kita dudukkan dan kita sangat yakin bahwa NKRI itu final sudah harga mati. Kita pastikan persatuan dan kesatuan kita bisa kita pertahankan,” tegas mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu.

Sebelumnya, Anggota DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi menanggapi pernyataan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Ketua DPA Partai Aceh (PA) Muzakir Manaf (Mualem) soal permintaanya agar Aceh segera melakukan referendum. Menurutnya pernyataan tersebut harus disikapi secara serius oleh pemerintah.

“Ini yang berbicara Mualem, jadi ini bukan wacana lagi tapi satu sikap politik yang tegas untuk menjawab quo vadis Aceh kedepan menghadapi Indonesia yang terus menuju pada kehancuran dan kegagalan dalam berdemokrasi,” kata  Fachrul Razi, Rabu (29/5).

Ia menjelaskan, dalam perjanjian Helsinki ditegaskan bahwa para pihak bertekad untuk menciptakan kondisi sehingga pemerintahan rakyat Aceh dapat diwujudkan melalui suatu proses yang demokratis dan adil dalam negara kesatuan dan konstitusi Republik Indonesia.

Menurutnya, jika dua hal tersebut tidak dirasakan lagi maka wajar jika mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut merasa kecewa. [Republika.co.id]

Berita Terkait

Trending

Satgas Covid Aceh Tak Paksa Warga Harus di Suntik Vaksin

Banda Aceh (KANALACEH.COM) - Tim Satgas Covid Aceh akan memulai vaksinasi pada Jumat, 15 Januari 2021.10 pejabat prioritas akan di suntik pertama lalu diikuti...

Polisi Sita Satwa Langka di Rumah Bandar Sabu 200 Kilo di Banda Aceh

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Personel Polresta Banda Aceh dan BKSDA Aceh menyita berbagai macam hewan langka dan dilindungi dari rumah seorang gembong narkoba yang...

Usai Teler Hisap Ganja, Polisi Tangkap Keuchik di Abdya

Blangpidie (KANALACEH.COM) - Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil menangkap keuchik Gampong Tokoh 1 kecamatan Manggeng inisial MA. Dirinya ditangkap pihak kepolisian diduga terlibat penyalah...

Pabrik PKS Swasta Ie Mirah Abdya Akan Segera Beroprasi

Blangpidie (KANALACEH.COM) - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim sangat mengapresiasi pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di kecamatan Babahrot. Hal itu dikatakan saat...

Berita Terbaru