Ulama Aceh Tak Terpengaruh Soal Saudi Gelar Turnamen PUBG

Ilustrasi. (jatimnet.online)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh tidak ambil pusing soal pemerintah Saudi yang menggelar turnamen game online Player Unknown’s Battleground alias PUBG. Meskipun negara Islam, Ulama Aceh tetap bersikukuh untuk mengharamkan game bergenre Battle Royal tersebut.

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali tak mempersoalkan negara Arab Saudi yang tidak melarang warganya untuk memainkan game PUBG, meskipun Saudi disebut sebagai negara islam.

Baca: PKS Siap Kawal Fatwa Ulama Terkait Haramnya Game PUBG

Ads

Ukuran pihaknya untuk memfatwakan game PUBG di Aceh bukan condong ke Saudi, melainkan pada hukum agama.

“Saudi itu yang Islamnya nampak hanya Makkah dan Madinah. Kalau di luar lain itu sama seperti di Indonesia. Makanya kita ukurannya bukan di Arab, tapi pada hukum agama,” kata Faisal Ali saat dikonfirmasi, Kamis (27/6).

Baca: MPU Aceh Keluarkan Fatwa Haram Main PUBG

Menurutnya, Fatwa itu hanya berlaku di Aceh, bisa saja di daerah lain tidak memberlakukan hal tersebut. Apalagi menyamakan Aceh dengan Saudi.

“Maka kita memfatwakan bahwa itu adalah haram. Jadi tidak mesti dilihat sama orang lain untuk itu,” kata dia.

Kini, pihaknya terus mensosialisasikan fatwa ini kepada masyarakat dengan cara preventif, agar tidak ada upaya yang terlalu keras. Dalam sosialisasi itu pihaknya menginginkan secara baik-baik.

“Semua panitia yang bikin turnamen PUBG, ketika disampaikan oleh pihak terkait fatwa haram, mereka mematuhi. Jadi tidak masalah bagi masyarakat Aceh,” katanya. [Randi]