Insiden Tewasnya Warga, YARA Minta Kapolri Copot Kapolres Aceh Singkil

Gembong narkoba jaringan Malaysia ditembak mati di perbatasan Aceh
Ilustrasi penembakan.

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – YARA Kabupaten Aceh Singkil menyayangkan insiden tewasnya warga sipil, yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian setempat menggunakan senjata api.

Ketua YARA Aceh Singkil, Irfan Effendi meminta agar Kapolri mencopot jabatan Kapolres Aceh Singkil, karena dinilai lalai dalam mengawasi anak buahnya. “Kapolres Aceh Singkil AKBP Andrianto Argamuda dianggap lalai, karena salah seorang pemuda Dedi Kasih, tertembak hingga tewas,” kata Irfan Effendi, Senin (15/7).

Korban penembakan yang bernama Dedi Kasih warga Desa Sebatang, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil meninggal saat berada di perjalanan ketika hendak dibawa kerumah sakit Medan, Sumut

Ads

Baca: Oknum Polisi di Aceh Singkil Diduga Tembak Warga Hingga Tewas

Nyawanya tak tertolong akibat tembakan pistol oleh salah seorang Oknum Polisi inisial RD mengenai kening kepala tepat diatas pelipis kanannya Minggu dini hari kemarin.

“Kejadian ini sangat diisayangkan, karena ada jatuh korban,”kata Irfan. Menurutnya, kejadian ini seharusnya tidak perlu menggunakan senjata api, karena pertikaian antara pemuda di acara hiburan pesta perkawinan itu tidak di rencanakan.

Pertikaian atau perkelahian pemuda itu tidak menggunakan senjata tumpul, senjata tajam bahkan tidak menggunakan senjata api. Dalam hal ini pihak YARA Aceh Singkil meminta untuk transparan dalam penyidikan tersebut.

YARA juga mengutuk penembakan yang di lakukan oleh oknum kepolisian Aceh Singkil, meminta agar ditindak tegas sesuai perundang undang, dan meminta seluruh jajaran polres Aceh Singkil agar dilakukan tes psikotes kepada seluruh polisi untuk layak atau tidak nya memegang senjata api.

Kemudian, Irfan Effendi juga menyatakan akan mengundang pihak Komnas HAM datang ke Aceh Singkil menangani insiden penembakan tersebut. [Randi]

Ads