PDAM Macet, Aminullah Tinjau Gampong Cot Lamkueuh

(ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, meninjau langsung penanganan persoalan air bersih di Gampong Cot Lamkueuh, Kecamatan Meuraxa.

Kedatangan Wali Kota Aminullah bersama Dirut PDAM Tirta Daroy, T Novrizal Aiyub, disambut baik dan penuh keakraban oleh Keuchik Cot Lamkuweuh, Afrizal dan warga setempat.

Dalam kesempatan ini, Aminullah menyampaikan empatinya kepada warga gampong Cot Lamkueuh. Wali Kota mengharapkan dukungan dari warga terhadap penyelesaian masalah tersebut.

Ads

Aminullah menyampaikan untuk kelancaran air PDAM ke kecamatan Meuraxa termasuk Gampong Cot Lamkuweuh, Pihaknya sedang membangun reservoir (Waduk raksasa) yang mampu menampung 3.000 meter kubik atau setara dengan tiga juta liter air bersih.

Reservoir ini nantinya akan dilengkapi dengan tiga unit booster agar tekanan air maksimal dan mampu mengalir hingga ke kawasan ujung pelayanan, termasuk ke Gampong Cot Lamkuweuh.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga meminta dukungan dan partisipasi masyarakat gampong tersebut. Sebagaimana diketahui, dalam dua hari ini, tim reaksi cepat dari PDAM juga terus berkerja membenahi jaringan pipa di Gampong Cot Lamkuweuh.

“Kita juga harap dukungan dan partisipasi warga. Kita temukan persoalan di lapangan, bahwa selama ini ada penyumbatan karena masuknya akar kayu di beberapa pipa,” ungkap Aminullah.

Kemudian, Wali Kota Aminullah didampingi dirut PDAM, Aiyub, juga menyerahkan secara simbolis santunan dan paket bantuan kepada sejumlah anak yatim dan orang tua lanjut usia (lansia).

Sebanyak 10 anak yatim dan 15 orang tua uzur mendapatkan paket bantuan berupa sembako dan peralatan ibadah. Paket bantuan itu sendiri disponsori oleh PDAM Tirta Daroy Banda Aceh. Bantuan tersebut diserahkan dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha 1440 H.

Diselah-selah penyerahan sembako, Aminullah menyapa salah seorang Nenek penerima bantuan, T Mulia (80), atau yang biasa dipanggil Wak Pen.

Menurut informasi dari Keuchik setempat, Afrizal, salah seorang warganya itu telah tinggal selama belasan tahun di gubuk dekat kandang kambing milik Keuchik Afrizal.

Aminullah pun meminta keuchik untuk membuat laporan secepatnya agar diberikan bantuan tempat tinggal yang layak bagi Wak Pen. [Randi/rel]

Ads