Dubes Malaysia Terus Bangun Kerja Sama dengan Aceh Bidang Ekonomi dan Investasi

(Kanal Aceh/Fahzian)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Zainal Abidin mengatakan, Malaysia akan terus melakukan kerja sama dengan Pemerintah Aceh dalam dalam beberapa bidang seperti pendidikan, pariwisata, keagamaan, hingga perdagangan.

“Setelah bertemu dengan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, kami terus membangun hubungan bilateral di berbagai bidang, terutamanya di bidang ekonomi dan investasi di wilayah Aceh,” kata Datuk Zainal Abidin, Rabu (23/10).

Baca: Tak Hanya Berobat, Banyak Warga Aceh yang Memilih Berwisata di Malaysia

Ads

Menurut Datuk, Hubungan Aceh dengan Malaysia sudah sangat begitu lama hal ini terbukti dengan banyaknya kesamaan baik dari segi kuliner, agama bahkan budaya.

“Belum lagi sejarah yang panjang Aceh dan Malaysia, maka sangat penting hubungan ini terus dibangun,” ujarnya.

Baca: Menyusuri taman bermain di Lost World of Tambun Ipoh Malaysia

Selain itu Datuk menyebutkan pada sektor perdagangan dan investasi, Indonesia merupakan salah satu dari 10 besar mitra dagang Malaysia dari seluruh dunia.

“Data menunjukkan hingga Juli 2019, kesuluruhan jumlah nilai transaksi perdagangan dari Malaysia ke Indonesia telah mencapai jumlah RM39 Billion. Kami harap ke depan kerja sama ini akan semakin baik lagi,” sebutnya.

Baca: Wisatawan Malaysia Kepincut Dengan Tausyiah dan Zikir di Banda Aceh

Kunjungan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia itu dalam rangka mengkampanyekan program promosi “Ayo Kuliah di Malaysia” serta sempena Visit Malaysia 2020 di Indonesia.

Sebelumnya, program ini telah dilaksanakan di Pulau Jawa, yakni Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kali ini, kunjangan dilakukan di Pulau Sumatera.

Banda Aceh merupakan kota pertama yang dikunjungi. Setelah itu, Dubes Malaysia juga akan mengunjungi Medan, Sumatera Utara dan Pekanbaru, Riau.

Dalam kunjungan itu, Dubes Malaysia turut didampingi Perwakilan menteri pariwisata Malaysia, Roslan Othman dan perwakilan menteri pendidikan Malaysia Profesor Madya Dr Mior Harris Bin beserta agensi-agensi Kerajaan Malaysia seperti Tourism Malaysia, Education Malaysia, MATRADE, MITI, Departemen Imigrasi dan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM).[]