Tak Hanya Berobat, Banyak Warga Aceh yang Memilih Berwisata di Malaysia

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Aidin Bakar (tengah) saat mengelar konferensi pers di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (23/10/2019). (Kanal Aceh/Fahzian Aldevan)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Zainal Abidin mengatakan selama ini kunjungan warga Aceh ke Malaysia bukan hanya untuk berwisata, namun juga ramai untuk berobat. Di Negeri Jiran itu mereka rata-rata memilih rumah sakit di Penang dan Kuala Lumpur.

“Selain berobat banyak juga warga Aceh yang mengunjungi saudara mereka disana (Malaysia),” kata Datuk Zainal Abidin saat mengelar konferensi pers di Banda Aceh, Rabu 24 Oktober 2019.

Datuk menilai banyaknya warga Aceh yang memilih untuk berobat disana, dikarenakan memiliki rumah sakit dengan dokter spesialis berbagai macam penyakit.

Ads

Baca: Malindo Air buka rute Penang-Banda Aceh

“Sekarang ini di Kuala Lumpur juga telah terdapat hospital yang bisa mengobati pasangan yang belum punya anak, jadi banyak yang berobat di sana,” kata Datuk Zainal.

Maka kata dia, Malaysia akan terus melakukan kerja sama dengan Pemerintah Aceh dalam dalam beberapa bidang seperti pendidikan, pariwisata, keagamaan, hingga perdagangan.

“Setelah bertemu dengan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, kami terus membangun hubungan bilateral di berbagai bidang, terutamanya di bidang ekonomi dan investasi di wilayah Aceh,” katanya.

Menurut Datuk, hubungan Aceh dengan Malaysia sudah sangat begitu lama hal terjalin, ini terbukti dengan banyaknya kesamaan baik dari segi kuliner, agama bahkan budaya.

“Belum lagi sejarah yang panjang Aceh dan Malaysia, maka sangat penting hubungan ini terus dibangun,” ujarnya.

Kunjungan warga Malaysia ke Aceh juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Pada tahun 2018 lalu misalnya, tercatat 24 ribu lebih warga Malaysia yang telah mengunjungi provinsi Aceh. Jumlah kunjungan itu diharapkan terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Banyak warga Malaysia ke Aceh untuk berwisata, karena Aceh memiliki objek wisata yang cukup banyak,” kata Datuk Zainal.

Pada sektor perdagangan dan investasi, Indonesia merupakan salah satu dari 10 besar mitra dagang Malaysia dari seluruh dunia.

“Data menunjukkan hingga Juli 2019, kesuluruhan jumlah nilai transaksi perdagangan dari Malaysia ke Indonesia telah mencapai jumlah RM39 Billion. Kami harap ke depan kerja sama ini akan semakin baik lagi,” sebutnya.

Kunjungan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia bersama rombongan itu dalam rangka mengkampanyekan program promosi “Ayo Kuliah di Malaysia” serta sempena Visit Malaysia 2020 di Indonesia.

Sebelumnya, program ini telah dilaksanakan di Pulau Jawa, yakni Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kali ini, kunjangan dilakukan di Pulau Sumatera.

Banda Aceh merupakan kota pertama yang dikunjungi. Setelah itu, Dubes Malaysia juga akan mengunjungi Medan, Sumatera Utara dan Pekanbaru, Riau.

Dalam kunjungan itu, Dubes Malaysia turut didampingi Perwakilan menteri pariwisata Malaysia, Roslan Othman dan perwakilan menteri pendidikan Malaysia Profesor Madya Dr Mior Harris Bin beserta agensi-agensi Kerajaan Malaysia seperti Tourism Malaysia, Education Malaysia, MATRADE, MITI, Departemen Imigrasi dan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM). [Fahzian Aldevan]