Illiza Usulkan Hotel dan Restoran di Aceh Bersertifikat Halal

(ist)
--Ads--
loading...

Jakarta (KANALACEH.COM)  – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia telah menetapka 10 provinsi di Indonesia sebagai Destinasi Wisata Halal. Dan Aceh nomor dua setelah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mendapatkan predikat tersebut.

Menyahuti hal itu, anggota Komisi X DPR RI Dapil Aceh, Illiza Sa’adudin Djamal  mengatakan, industri pariwisata Aceh semakin berkembang. Hal ini terbukti dari beberapa indikator positif, seperti semakin membaiknya branding wisata Aceh di mata wisatawan, semakin banyak ragam paket wisata tematis yang diciptakan, dan semakin tinggi minat masyarakat untuk terlibat dalam industri pariwisata. Serta atraksi wisata yang digelar hampir di seluruh Aceh juga dinilai terus meningkat, termasuk destinasi wisata baru dengan berbagai sarana pendukung.

Baca: Pasarkan Wisata di Mall Jakarta, Dyah: Aceh Lebih Cantik dari Fotonya

Ads

Wisata halal yang menurut Illiza yang saat ini menjadi fokus Aceh yang sebetulnya memang harus diupayakan oleh pemerintah Aceh, produk wisatanya bersertifikat halal.

“Walaupun kita yakin itu halal, orang belum tentu yakin kalau itu halal karena belum tersertifikasi karena itu menjadi hal mutlak yg harus dilakukan. Jadi dari makanan, hotel, restoran, kafe, rumah makan,  dan produk lainnya di Aceh harus betul-betul dan sudah tersertifikasi. Tinggal kita mempromosikan,” usul Illiza dalam keterangannya, Jumat (15/11).

Baca: Kata Atlet Freediving Dunia Tentang Teluk Balohan

Illiza juga mengatakan, dukungan dan komitmennya memajukan pariwisata di Aceh yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian  Aceh.

“Saya di komisi sepuluh sekarang memang fokus di wisata, pendidikan, pemuda dan Olahraga, ini kesempatan untuk menyuarakan itu,” tegas mantan Walikota Banda Aceh.

Illiza sejak menjabat Walikota Banda Aceh lima tahun periode lalu, mencetus Visit Banda Aceh Year 2011, awal geliat induntri pariwisata di Aceh dan menjadikan sektor ini salah satu penyumbang PAD terbesar di Kota Banda Aceh.

“Sejak awal saya bekerja itu di rapat sudah kita sampaikan ke tingkat Kementerian Pariwisata bahwa Aceh harus jadi prioritas dalam program-program yang ada di kementerian tersebut. Selain memang Aceh memilik potensi wisata yang luar biasa. Kita punya potensi wisata sejarah, religi, tsunami, alam, budaya, gunung, dan lainnya,  pokoknya komplit wisata kita, jadi tinggal mengemasnya lebih baik lagi dan perbanyak mempromosinya,”ucap Illiza.

Kemudian, lanjut Illiza, infrastruktur, jalan, akses dan lain-lain terus dibenah. Sehingga mempermudah akses wisatawan berkunjung ke objek wisata yang ada di 23 kabupaten/kota. “Tinggal pemerintah daerah dan masyarakat meningkatka kepedulian, jadi masyarakat sadar wisata itu juga harus lahir. Seperti Bali yang masyarakatnya sangat sadar, jadi wisatawan itu mendatangkan pendapatan. Wisata ini juga adalah hal yang akan terus saya perjuangkan,” tegasnya lagi.

Semangat pariwisata Aceh dari tahun ke tahun telah meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh. Pada 2018 total kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 2,5 juta orang. Jumlah itu meningkat dibandingkan 2017 yang hanya tercatat sebanyak 2,3 juta orang. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Freediving atau berenang bebas di lautan menjadi favorit banyak wisatawan untuk menikmati surga wisata bahari di Indonesia. – Aktivitas menyelam tanpa tabung ini juga terbilang ekstrem. Salah satu lokasi freediving yang cukup menjanjikan ialah di Teluk Balohan, Sabang. – Event Sabang International Freediving Championship 2019 (SIFC) ini juga diikuti 40 atlet dari 16 negara. Event ini berlangsung sejak 2-7 November 2019. – Mereka menjajal ‘surga’ bawah laut Sabang dengan kedalaman bervariasi hingga 100 meter, tanpa tabung oksigen. Lantas bagaimana tanggapan mereka tentang menyelam di bawah laut Sabang? – Mariko Kaji, atlet Freediving dari Jepang mengakui teluk Balohan yang dinilainya memiliki kelebihan tersendiri untuk lokasi freediving. Apalagi, airnya hangat, arus air tidak begitu kencang dan permukaan air yang tenang, membuat para penyelam bisa menikmati menyelam dengan nafas tunggal. – “Airnya hangat, enggak ada arus dan sangat bisa (untuk pemula), yang jelas enggak ada arus, permukaannya tenang dan aman untuk freediving,” kata Mariko kepada kanalaceh.com saat ditemui di arena SIFC, Balohan, Kamis (8/11). – Sementara itu, Surya Lecona dari Mexico mengatakan, Sabang menjadi tempat yang asyik untuk menyelem. Selain kejernihan airnya, ia juga mengagumi adat budaya yang ada di Sabang, seperti tradisi tarik pukat. – “Disini enak, nyaman, performance kami di bawah laut bisa stabil, ini tempat paling bagus (lokasi freediving balohan) menurut saya,” ucapnya. – – 📹 SIFC/Victor Yuslih – @danirandii – – #aceh #sabang #balohan #freediving #sea #japan #mexico #korea #china #newzealand #amerika #pidie #bandaaceh #pulaubanyak #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #thelightofaceh #disbudparaceh #naganraya #pulaubanyak #langsa #lhokseumawe #subulussalam #abdya #acehutara

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on