Ini Data Para Korban Kebakaran di Jambi Baru Subulussalam

(Kanal Aceh/Satria Tumangger)
--Ads--
loading...

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Kebakaran yang terjadi pada hari Kamis malam (14/11) sekira pukul 20.30 WIB, di luar pagar belakang Terminal mini Desa Jambi Baru, Kecamatan Sultan Daulat telah menghanguskan empat rumah warga setempat.

Selain empat rumah warga yang hangus terbakar, lima rumah warga lainnya terpaksa dirusak untuk menghindari menjalarnya api.

Empat rumah warga yang hangus terbakar yakni rumah milik Raiyah dengan jumlah tanggungan dua jiwa, Tahmit lima Jiwa, Amir Sambo tiga Jiwa, dan Kamaliah dengan tanggungan dua Jiwa.

Ads

Baca: Kebakaran Landa Rumah Warga di Desa Jambi Baru Subulussalam

Sementara yang dirusak dengan klasifikasi rusak ringan yakni rumah milik Sarbaini Mamu, Rosma Pinem, Sulaiman, Jamardin,, dan Sahrul.

Menurut keterangan Pj. Kepala Desa Jambi Baru Raja Pondok, dugaan sementara, kebakaran berawal dari salah seorang pemilik rumah yang terbakar tersebut sedang memasak, kemudian ditinggalkan dan lupa, api pun meluas hingga membakar apa yang ada disekitarnya.

Ditambah lagi kata Raja Pondok, Rumah warganya itu terbuat dari kayu dan bahan mudah terbakar, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama 4 rumah itupun hangus terbakar.

Beruntung, pada malam itu dua unit pemadam kebakaran dibantu warga sekitar segera berjibaku memadamkan api, sehingga dalam waktu 30 menit, api pun mampu dijinakkan.

Bantuan pun mulai berdatangan, Pemuda Desa Jambi Baru juga terlihat melakukan penggalangan Dana di Jalan T Umar Desa Jambi Baru untuk para korban kebakaran.

Dari Kepala Desa Jambi Baru Subulussalam juga sudah menyalurkan bantuan berupa beras dan sembako kepada masing-masing korban, ditambah lagi dari PT MSSB, BPBD dan Dinas Sosial.

Kata Raja Pondok, saat kunjungan Wakil Wali Kota Subulussalam Salmaza pagi tadi, Salmaza juga mengatakan Pemerintah akan segera membangun kembali rumah yang terbakar dan memperbaiki rumah yang rusak.

“Masa panik selama 3 hari ini, para korban diungsikan ke rumah sanak saudara mereka, posko bantuan dan dapur umum sudah kita buka,” kata Raja Pondok. [Satria Tumangger]

 

View this post on Instagram

 

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Bangkai ternak babi ditemukan mengapung di Sungai Rintis-Kilangan, Desa Suka Makmur, Kabupaten Aceh Singkil. Kemunculan bangkai ini membuat masyarakat sekitar jadi resah. Warga Singkil, Hardi mengatakan, bangkai tersebut diketahui warga sejak tadi pagi. Saat itu, seorang nelayan yang hendak melaut melihat bangkai babi yang mengapung di sungai itu. Warga di bantaran sungai itu khawatir, bangkai babi yang diduga hanyut dari Kabupaten Dairi, Sumatera Utara tersebut membawa penyakit. “Kami khawatir sejumlah hewan ternak bangkai babi ini membawa penyakit, apalagi baunya sangat menyengat,” katanya saat dikonfirmasi. Sementara Camat Singkil Syafrizal, membenarkan bangkai babi itu sudah mencemari sungai di Singkil. Ia menduga, bangkai babi berasal dari Dairi, Sumatera Utara. Untuk itu, ia meminta warga tidak menggunakan air sungai sebagai keperluan untuk sementara waktu. Sebab, dikhawatirkan bisa berdampak bagi kesehatan. “Kita sudah imbau, terutama anak-anak untuk tidak berenang di sungai,” katanya. [Randi] #acehbarat #acehtimur #acehtengah #aceh #acehbesar #acehselatan #acehtamiang #acehtenggara #acehsingkil #abdya #bandaaceh #bangkaibabi #mengapung #sungai #kotor #pencemaran #dampakburuk #kesehatan #warga #hatihati

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on