Gara-gara Bangkai Babi di Sungai, Pedagang Ikan di Singkil Minim Pembeli

(ISt)
--Ads--
loading...

Singkil (KANALACEH.COM) – Sejak menculnya bangkai babi di sungai Singkil, mengakibatkan pedagang ikan di pasar Singkil sepi pembeli. Warga enggan membeli karena takut terkena virus yang berasal dari bangkai tersebut.

Seorang pedagang ikan, Buyung mengaku sejak dua hari terakhir warga sepi untuk membeli ikan.  Menurutnya, hal itu diduga karena beberapa hari ini warga heboh ditemukannya sejumlah bangkai babi yang hanyut melalui sungai, yang diduga berasal dari perusahaan ternak di Sumatera Utara.

“Entah sampai kapan hal ini berlangsung, kalau sampai sepekan bisa bisa merugi,” ujarnya, Sabtu (16/11).

Ads

Baca: Bangkai Babi Mengapung di Sungai Singkil

Bukan hanya pedagang ikan, beberapa rumah makan terpaksa mengalihkan menu makanan mereka, dari ikan kea yam potong. Karena pelanggan minim untuk memesan ikan.

Terkait hal itu, pemerintah Kabupaten Aceh Singkil juga sempat mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tidak memanfaatkan aliran hulu sungai.

Wakil Bupati Aceh Singkil Sazali sempat mengintruksikan PDAM untuk berhenti beroperasi sementara waktu karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Sementara Sekdakab Aceh Singkil Azmi, mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menurunkan tim gabungan Forkopimda ke sungai, untuk mengevakuasi bangkai babi ke darat untuk dikubur atau dibakar.

Menurutnya masyarakat tidak perlu risau kadar kotoran yang ada disungai bila sifatnya alamiah, akan kembali steril. sungai tidak akan tercemar lama. Kolera pada Bangkai babi tidak akan terkontaminasi dengan manusia maupun hewan lainnya, karena berbeda gen.

Meski demikian, Azmi mengimbau kepada masyarakat, terutama yang berada di daerah aliran sungai untuk mewaspadai, agar jangan sampai menkonsusmi air sungai terutama untuk sementara waktu.

“Biarkan air ini mengalir membawa bangkai babi dibawa arus, kalau air sudah tidak berbeda rasa warna ataupun baunya disitulah bisa kembali digunakan,”ujarnya.

Sekda juga menghimbau agar Pemko Subulussalam untuk mengevakuasi terus bangkai babi yang nampak agar tidak dibiarkan mengalir sampai ke Singkil. [KHA]

 

View this post on Instagram

 

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Bangkai ternak babi ditemukan mengapung di Sungai Rintis-Kilangan, Desa Suka Makmur, Kabupaten Aceh Singkil. Kemunculan bangkai ini membuat masyarakat sekitar jadi resah. Warga Singkil, Hardi mengatakan, bangkai tersebut diketahui warga sejak tadi pagi. Saat itu, seorang nelayan yang hendak melaut melihat bangkai babi yang mengapung di sungai itu. Warga di bantaran sungai itu khawatir, bangkai babi yang diduga hanyut dari Kabupaten Dairi, Sumatera Utara tersebut membawa penyakit. “Kami khawatir sejumlah hewan ternak bangkai babi ini membawa penyakit, apalagi baunya sangat menyengat,” katanya saat dikonfirmasi. Sementara Camat Singkil Syafrizal, membenarkan bangkai babi itu sudah mencemari sungai di Singkil. Ia menduga, bangkai babi berasal dari Dairi, Sumatera Utara. Untuk itu, ia meminta warga tidak menggunakan air sungai sebagai keperluan untuk sementara waktu. Sebab, dikhawatirkan bisa berdampak bagi kesehatan. “Kita sudah imbau, terutama anak-anak untuk tidak berenang di sungai,” katanya. [Randi] #acehbarat #acehtimur #acehtengah #aceh #acehbesar #acehselatan #acehtamiang #acehtenggara #acehsingkil #abdya #bandaaceh #bangkaibabi #mengapung #sungai #kotor #pencemaran #dampakburuk #kesehatan #warga #hatihati

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on