Festival Guel dan Fiesta Panen Kopi jadi Agenda Penutup GAMIFest 2019

(ist)
--Ads--
loading...

Bener Meriah (KANALACEH.COM) – Festival Tari Guel yang menjadi salah satu agenda utama dalam penutupan Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2019 di Kabupaten Bener Meriah Aceh resmi berakhir.

Kompetisi tari tradisi asli tanah Gayo tersebut ditutup oleh Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Provinsi Aceh, Dyah Erti Idawati, Minggu(24/11) malam di Lapangan Umah Pitu Ruang Bale Atu.

Pada kesempatan itu, Dyah menjelaskan bahwa kegiatan tari Guel merupakan ragkaian acara Gayo Alas Mountain Festival serta dimeriahkan oleh pelaksanaan event Viesta Panen Kopi,

Ads

“Hal ini benar-benar menyadarkan kita betapa banyak aset budaya, kreasi,”ungkapnya.

Menurutnya, Festival tari guel ini telah berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dari kebudayaan yang dianut oleh masyarakat Bener Meriah yang merupakan legenda hidup masyarakat, yang sarat dengan nilai filosofis dan nilai Budaya.

“Dengan kata lain kita telah melakukan salah satu upaya dalam melestarikan, mengembangkan dan menyebarluaskan Guel sebagai aset kekayaan Daerah Bener Meriah,” lanjutnya.

Ia berharap, Program kegiatan festival duel yang dimeriahkan oleh viesta Panen Kopi, dapat membangun karakter bansa terutama generasi muda.

“Minimnya pengetahuan tentang dasar kebudayaan sendiri yang pernah menjadi kebanggaan leluhur kita dulu. adalah suatu keniscayaan jika hari ini kita dapat memperkuat image budaya kita dulu menjadi kebanggaan generasi muda,” sebutnya.

Sedangkan Bupati Bener Meriah, Sarkawi mengaku, Festival Guel dan Fiesta Panen Kopi mampu menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang ke Bener Meriah, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Bener Meriah.

“Adanya kegiatan ini juga sangat mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis agrowisata di Kabupaten Bener Meriah, meningkatkan ekonomi kreatif, mensejahterakan dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat,” jelasnya.

Adapun pemenang kompetisi tari Guel sebagai berikut:

Juara I diraih oleh Grup Sengeda Etnik asal Aceh Tengah dengan perolehan nilai sebanyak 375. Disusul diposisi kedua Grup Emun Beriring asal Lhokseumawe dengan totol nilai 370. Kemudian di posisi ketiga ada Grup Jenjani berasal dari Aceh Tengah dengan total nilai sebanyak 350.

Untuk Harapan I ditempati oleh grup Rembune dari Aceh Tengah dengan perolehan nilai 340. Dilanjutkan di posisi Harapan II oleh grup Aras Naru asal Aceh Tengah dengan perolehan nilai sebanyak 330. Sedangkan diposisi Harapan III diraih oleh grup Uyem Ratus asal Aceh Tengah dengan perolehan nilai sebanyak 310. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kilometer Nol Indonesia di Kota Sabang terpilih menjadi destinasi pariwisata terunik, dalam ajang Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2019, yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Setelah Kota Sabang, wisata terunik posisi kedua diraih oleh destinasi wisata Gua Mabala di Kabupaten Sabu Raijua, dan ketiga wisata Danau Kaolin di Kabupaten Bangka Tengah. Wali Kota Sabang, Nazaruddin, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi pihaknya untuk terus berinovasi, dan bekerja dalam upaya meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Kota Sabang. “Pada intinya Pemerintah akan terus bekerja, dan terus berfikir bagaimana mempertahankan penghargaan yang telah kita dapatkan dan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain,” kata Nazaruddin, Sabtu (23/11). Tugu nol kilometer di Sabang, diresmikan pada 9 September 1997 oleh Wakil Presiden RI Try Sutrisno, sehingga tugu itu menjadi simbol perekat dari Sabang sampai Merauke. Namun seiring berjalannya waktu tugu itu beberapa kali dilakukan renovasi. #acehbarat #acehtengah #aceh #acehtenggara #acehtimur #acehbesar #acehsingkil #acehselatan #bandaaceh #sabang #destinasiwisata #terunik #penghargaan

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on