Baru Ada Dua Hotel yang Terverifikasi Syariah dan Halal di Aceh

Logo Wisata Halal Aceh. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Aceh, Iskandarsyah Madjid, menyebutkan baru ada dua hotel yang memiliki status syariah dan terverifikasi halal di Aceh.

Keduanya ialah Hotel Permata Hati Convention Center dan Grand Permata Hati. Kedua hotel tersebut juga masuk dalam nominasi Wisata Halal Aceh 2019, dengan kategori hotel syariah.

Iskandarsyah tak menampik, meski baru ada dua, namun, banyak hotel lainnya yang masih menunggu untuk mengurus izin di pusat. Sehingga, ini menjadi kendala dalam pengurusan sertifikasi.

Ads

Baca: Pemerintah Daerah di Aceh Diminta Bentuk Tim Percepatan Proses Wisata Halal
“Kenapa baru ada dua hotel Syariah, ternyata masih ada diurus ditingkat nasional di GSN Pusat, jadi perlu Pemerintah Aceh memohon supaya kegiatan ini (proses sertifikasi) bisa dilakukan di Aceh. Sehingga tidak ada lagi hotel konvensional di Aceh dan semua syariah,” ujar Iskandarsyah dalam sambutannya saat membuka kegiatan anugerah Wisata Halal Aceh 2019, Jumat (6/12).

Baca: Ini Penerima Anugerah Wisata Halal Aceh 2019

Disamping itu, dalam mendorong Wisata Halal Aceh, kata dia, sudah banyak pelaku usaha baik itu travel, kuliner, restoran, rumah makan, souvenir dan lainnya yang sudah mengajukan sertifikasi halal. Tetapi, tenaga auditor di LPPOM masih kurang.

Meskipun di Aceh sudah ada lembaga sertifikasi milik Unsyiah yaitu Halal Center Unsyiah.

“Ini perlu kerja sama semua pihak, masalah urusan halal dan masalah sertifikasi, karena masyarakat bersedia untuk disertifikasi, tapi tenaga auditor masih kurang,” katanya.

Ia berharap, ke depan, Pemerintah Aceh bisa menghadirkan lembaga sertifikasi serta auditor di Aceh. Agar, semua hotel di Aceh bisa berstatus Syariah. [Randi]

loading...

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Setelah sukses dengan branding pariwisata ‘The Light of Aceh’ atau ‘Cahaya Aceh’, kini Pemerintah Aceh kembali melaunching logo baru, dengan fokus ke pengembangan wisata halal. Branding pariwisata baru itu ialah ‘Aceh Halal Tourism’ atau ‘Wisata Halal Aceh’. Branding ini di launching pada Jumat, (6/12) oleh Plt Gubernur Aceh didampingi Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Aceh dan Kadisbudpar, di Hotel Hermes, Banda Aceh. Branding ‘Aceh Halal Tourism’ ini diyakini menjadi strategi Pemerintah Aceh untuk menarik wisatawan muslim, agar mau berkunjung ke tanah rencong. Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin mengatakan, kehadiran logo baru Pariwisata Aceh ini tidak terlepas dari branding sebelumnya, yaitu ‘The Light Of Aceh’. Dan ini, kata dia menjadi satu kesatuan. Aceh punya culture yang berbeda. Bukan berarti menggantikan ‘The Light Of Aceh’ tapi ini satu kesatuan. Apa itu wisata halal dalam logo, jadi ini lebih memperkuat. Aliran utamanya tetap branding yang sudah ada,” kata Jamaluddin. Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Aceh, Iskandarsyah Madjid menjelaskan, branding ‘Wisata Halal Aceh’ menjadi alat komunikasi kepada masyarakat, untuk menjelaskan bagaimana pentingnya membranding pariwisata Aceh. #bandaaceh #acehbarat #acehtimur #aceh #acehbesar #acehsingkil #acehgayo #acehtamiang #acehtenggara #acehhalaltourism #wisatahalalaceh #pesonaindonesia #wonderfullindonesia #aceh #bandaaceh #halaltourism #wisatahalal

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads