Aminullah Minta Jamaah Amalkan Isi Ceramah UAS

(ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman mengharapkan kepada jamaah tabligh akbar Ustadz Abdul Somad, untuk mengamalkan isi ceramah yang disampaikannya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Banda Aceh dan sekitarnya yang hadir, kita harap apa yang beliau sampaikan bermanfaat bagi kita semua dan bisa kita amalkan dalam keseharian,” ujar Aminullah dalam sambutannya, Jumat (6/12) malam di Masjid Keuchik Leumiek (KL), desa Lamseupeng, Lueng Bata, Banda Aceh.

Pantauan di lapangan, tablig akbar yang digelar di Masjid KL ini dipadati puluhan ribu warga Banda Aceh. Tampak jamaah membludak hingga halaman masjid dan di sepanjang jalan untuk mendengar langsung ceramah dai kondang asal Riau tersebut.

Ads

Disetiap sudut Masjid KL, juga dipasangi layar LED guna memudahkan para hadirin untuk menyaksikan ceramah.

Safari dakwah UAS panggilan akrab Ustadz Abdul Somad kali ini dipusatkan di sejumlah titik di kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Acara yang mendapat sambutan meriah warga kota itu diawali dengan pembacaan wahyu illahi oleh Qari Internasional H Darwin Hasibuan.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyampaikan apresiasi tinggi kepada tokoh masyarakat, H Harun Keuchik Leumiek, juga selaku Dewan Pembina Masjid KL yang telah menggelar Tabligh Akbar tersebut.

“Beliau adalah hartawan yang dermawan, beliau membangun masjid ini untuk masyarakat Banda Aceh bersama. Saya berharap kepada warga yang hadir, walaupun mendesak namun harus tetap tertib,” ujarnya.

Aminullah juga menyampaikan terima kasih kepada UAS yang saat ini segera menyelesaikan program doktoralnya di Sudan telah hadir melepas rindu masyarakat Aceh atasnya.

“Tentunya kita sudah sangat haus mendengar ceramah UAS, sudah setahun semenjak di Blang Padang pada peringatan HUT Bank Aceh Syariah,” ujar Wali Kota.

Pada April 2020 nanti, Aminullah juga meminta kesediaan UAS untuk bersedia mengisi acara puncak peringatan hari jadi Kota Banda Aceh.

Tokoh masyarakat yang juga Ketua Dewan Pembina Masjid KL, H Harun Keuchik Leumiek mengatakan selama ini dirinya juga mengagumi sosok UAS dan sangat bersyukur atas kedatangan dai kondang Indonesia itu.

“Selama ini kita semua sangat merindukan beliau, biasanya kita melihat dilayar televisi, Alhamdulillah dengan izin Allah, UAS telah bersama kita malam hari ini,” ucapnya.

“Kami sampaikan penghargaan kepada Bapak/Ibu yang telah berhadir, semoga dimalam hari ini bisa meningkatkan silaturahmi sesama dan meningkatkan syiar di kota Gemilang ini,” tambahnya.

loading...

Ustadz Abdul Somad dalam tausiyahnya menyampaikan betapa pentingnya membalas jasa kedua orang tua.

“Apa yang bisa kita ambil malam ini, bagaimana cara memuliakan orang tua?, malam ini patut kita contoh ada H Keuchik Leumiek, bangun sebuah Masjid untuk membalas almarhum Ayah dan Ibunya, ini semua pahalanya akan terus mengalir sampai akhirat kelak,” ucap UAS.

Lebih lanjut lagi ustadz ahli hadits dan sejarah islam ini menyampaikan pesan-pesan Illahi yang sangat menyentuh bagi warga Banda Aceh. Warga yang hadir pun menyambut dengan mulia sang Ustadz jebolan Maroko ini. Tampak antusias puluhan ribu hadirin pun mengikuti tausiah dengan khidmat. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Setelah sukses dengan branding pariwisata ‘The Light of Aceh’ atau ‘Cahaya Aceh’, kini Pemerintah Aceh kembali melaunching logo baru, dengan fokus ke pengembangan wisata halal. Branding pariwisata baru itu ialah ‘Aceh Halal Tourism’ atau ‘Wisata Halal Aceh’. Branding ini di launching pada Jumat, (6/12) oleh Plt Gubernur Aceh didampingi Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Aceh dan Kadisbudpar, di Hotel Hermes, Banda Aceh. Branding ‘Aceh Halal Tourism’ ini diyakini menjadi strategi Pemerintah Aceh untuk menarik wisatawan muslim, agar mau berkunjung ke tanah rencong. Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin mengatakan, kehadiran logo baru Pariwisata Aceh ini tidak terlepas dari branding sebelumnya, yaitu ‘The Light Of Aceh’. Dan ini, kata dia menjadi satu kesatuan. Aceh punya culture yang berbeda. Bukan berarti menggantikan ‘The Light Of Aceh’ tapi ini satu kesatuan. Apa itu wisata halal dalam logo, jadi ini lebih memperkuat. Aliran utamanya tetap branding yang sudah ada,” kata Jamaluddin. Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Aceh, Iskandarsyah Madjid menjelaskan, branding ‘Wisata Halal Aceh’ menjadi alat komunikasi kepada masyarakat, untuk menjelaskan bagaimana pentingnya membranding pariwisata Aceh. #bandaaceh #acehbarat #acehtimur #aceh #acehbesar #acehsingkil #acehgayo #acehtamiang #acehtenggara #acehhalaltourism #wisatahalalaceh #pesonaindonesia #wonderfullindonesia #aceh #bandaaceh #halaltourism #wisatahalal

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads