Dewan Pembina Hanura Minta Oso Mundur dari Ketua Umum

Mirwan Amir bersama Dewan Pembina Partai Hanura, Subagyo. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Ketua Penasihat Partai Hanura Subagyo HS meminta agar Oesman Sapta Odang (Oso), mengundurkan diri dari jabatan ketua umum. Menurutnya, Oso dinilai gagal membawa Hanura di Pileg 2019 lalu dan melanggar pakta integritas.

Surat desakan itu dilayangakan oleh Subagyo HS dan Dewan Kehormatan Charuddin Ismail dan disetujui oleh Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto. Surat yang dilayangkan itu juga beserta pakta integritas yang dibacakan dan ditandatangani oleh Oso pada 21 Desember 2016 lalu.

Baca: Inginkan Perubahan, Mirwan Amir Tantang OSO di Munas Hanura

Ads

Subagyo menyebutkan, berdasarkan isi dari pakta integritas yang pernah diucapkan oleh Oso, ada beberapa poin yang dilanggar. Termasuk, yang paling fatal ialah tidak mampunya Oso mengangkat kredibilitas Partai Hanura di Pileg 2019 lalu dan mengantarkan kader partai ke Senayan.

“Itukan berdasarkan isi dari pakta integritas, pakta yang dia mau nambah kursi (senayan), nah ini dia malah ngurangi,” kata Subagyo, Jumat (13/12).

Seharusnya, kata Subagyo, Oso intropeksi diri dan tidak memaksakan keinginannya untuk kembali menakhodai Partai Hanura, setalah gagal dalam pileg 2019 lalu. Hal itu, kata dia juga sesuai pakta integritas.

“Tak perlu menunggu karena kita tau sifatnya, mestinya tanpa surat ini dia sudah mundur, mestinya, kalau dia (Oso) konsekuen terhadap pernyataannya. Itu yang tertulis loh ya,”

“Dia gentle apa gak? taat apa gak? Permintaan mengudurkan diri itu kan seharusnya gak perlu diminta, diakhir pakta integritas itu sudah jelas,” ucapnya.

Untuk pengisian kekosongan Ketua Umum DPP Partai Hanura, kata Subagyo akan ditentukan sesuai dengan presedur dan mekanisme Partai Hanura berdasarkan AD-ART. [Randi]

Ads