SKULL Desak Pemerintah Aceh Rehab Stadion Harapan Bangsa

(Kanal Aceh/Randi)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Suporter Persiraja Banda Aceh atau yang disebut SKULL meminta Pemerintah Aceh dalam hal ini Plt Gubernur Aceh, untuk merehab stadion Harapan Bangsa.

Dalam aksinya yang digelar di halaman Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Senin (16/12) tadi, mereka mengingatkan agar Plt Gubernur tidak lupa akan janjinya, bahwa ingin membantu tim sepakbola kebanggan rakyat Aceh, yaitu Persiraja.

Baca: PT LIB Rekomendasikan Persiraja Perbaiki Stadion Harapan Bangsa

Ads

Apalagi stadion Harapan Bangsa akan dijadikan homebase Persiraja untuk mengarungi Liga 1 musim depan. Dimana, stadion berkapasitas 45 ribu orang itu masih butuh renovasi, sesuai arahan tim verifikator PT LIB.

Dirjen SKULL, Teuku Mufri mengatakan, pihaknya tidak ingin Persiraja harus berkandang di luar Aceh apabila Stadion Harapan Bangsa dianggap tidak memeuhi syarat yang ditetapkan PT LIB.

Baca: Persiraja Akan Gunakan Stadion Harapan Bangsa Jika Lolos Liga 1

Para suporter dan pecinta Persiraja, kata dia siap turun ke jalan menagih janji Pemerintah Aceh, jika tuntutan itu tak dipenuhi.

“Dalam hal ini mungkin kami akan turun langsung ke jalan, mungkin juga akan turun ke kantor-kantor, kami berusah untuk menggalang dana, merehap stadion kebanggan masyarakat Aceh ini,” jelasnya.

Suporter, kata Muftri, tak mau tahu terkait dana dari mana yang akan digunakan Pemerintah Aceh dalam merehab stadion. Yang terpenting, pemerintah Aceh harus mencari solusi terkait permasalahan ini.

“Bagaimana mekanisme seharusnya pemerintah punya jalan dan solusi,” ucapnya. [Rand]

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kantor Wilayah Kementrian Agama Aceh merilis jumlah travel umrah yang dinyatakan ilegal atau tidak memiliki izin, yang masih beroperasi di Aceh. Jumlahnya, hingga mencapai 40 travel umrah. Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh, mengatakan saat ini di Aceh masih banyak travel umrah yang tidak berizin. Tapi mereka tetap beroperasi dan menawarkan paket-paket umrah yang menggiurkan. Sehingga, banyak masyarakat yang terjebak. Saat ini, kata dia, nama-nama travel yang tidak memiliki izin itu, sudah dilaporkan ke pihak Polda Aceh. “Cukup banyak, ada 40 lebih travel yang ada di Aceh ini yang belum memiliki izin. Kita sudah melaporkan ke pihak Polda Aceh, nama-nama travel itu sudah ada pada pihak Polda,” kata Daud Pakeh di Banda Aceh, Senin (16/12). Namun, dari jumlah travel umrah yang tak mengantongi izin tersebut, hanya beberapa saja yang tercatat pernah bermasalah dengan jemaah. Itupun, kata Daud, bukan travel dari Aceh. #acehbarat #aceh #acehgayo #acehtenggara #acehtimur #acehbesar #acehsingkil #acehselatan #acehtamiang #travel #haji #izin #umrah #paketumrah #polda

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kanal Aceh (@kanalacehcom) pada