Pasangan Nikah di Aceh Meningkat Meski Harga Emas Naik

(net)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Jumlah pasangan menikah yang tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Aceh pada 2019 mencapai 45.629 orang. Angka ini meningkat di tengah harga emas melambung tinggi.

Di Aceh, mahar menggunakan emas murni dengan hitungan mayam. Satu mayam ukuran 3,3 gram emas dengan harga di atas Rp 2,2 juta. Untuk menikahi gadis Aceh, maharnya biasanya mencapai 10-20 mayam emas.

Berdasarkan data dirilis Kantor Wilayah Kemenag Aceh, jumlah pasangan yang tercatat nikah di KUA pada 2019 sebanyak 45.629 pasangan. Angka ini meningkat dibanding pada 2018, yakni 45.230 pasangan.

Ads

“Angka pencatatan nikah naik setiap tahun. Harga emas naik tidak berpengaruh, angka nikah juga tetap naik,” kata Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Aceh Hamdan seperti dilansir laman Detik.com, Selasa (4/2).

Menurut Hamdan, pihaknya dalam tahun ini menyediakan 45 ribu buku nikah serta 45 ribu kartu nikah. Jumlah ini diperkirakan bakal cukup hingga Oktober mendatang.

“Nanti kekurangannya akan kita ambil lagi di Jakarta,” jelas Hamdan.

Sementara itu, angka isbat nikah selama setahun juga mengalami peningkatan, yaitu mencapai 2.104 peristiwa. Isbat nikah adalah permohonan pengesahan nikah yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sahnya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum.

“Kita juga melayani buku nikah untuk isbat nikah,” sebutnya. []

 

loading...
View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – 32 nelayan asal Aceh Timur, Provinsi Aceh hingga kini masih di tahan pihak otoritas laut Thailand sejak 21 Januari 2020. Mereka diduga terseret arus hingga hanyut ke perbatasan laut negara India dan Thailand. 32 nelayan itu awalnya berangkat menggunakan dua kapal yaitu KM Perkasa Mahera dan KM Voltus. Kini, mereka berada di Pangkalan Angkatan Laut Wilayah III Tap Lamuk Provinsi Phangnga, Thailand. Adapun anak buah kapal (ABK) yang berada di dua kapal ini ialah Munir (narkoda), Ibrahim (KKM), Saiful, Khairul, Nanda, Ikbal, M. Yunus, Nurdin, Dona, Iskandar, Rijal, Adi, Ishak, Munzir, Nurdin, Midi, Edi, Munir, Firman, Pendi, Adi, Aris, Abdul Hadi, Andi, Saleh, M Jamil, Adi dan Mawardi. Anggota DPR Aceh asal Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, meminta Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk tidak mengabaikan nasib 32 Nelayan Aceh yang ditahan di Thailand. Menurutnya, hampir dua pekan lebih advokasi pihak pemerintah Aceh terhadap 32 nelayan ini masih nihil. Hal itu, kata dia berbanding terbalik dengan advokasi yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh terkait mahasiswa Aceh yang di Wuhan. “Perhatian dari Plt Gubernur terhadap 32 nelayan Aceh yang ditahan di Thailand sangat kurang. Ini berbanding jauh dengan perhatian yang ditunjukan ke mahasiswa Aceh di Wuhan,” kata Iskandar Usman saat dikonfirmasi, Selasa (4/2). Iskandar berharap Pemerintah Aceh tidak abai dengan nasib nelayan Aceh yang kini ditahan di Thailand. Sejauh ini, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kementrian Luar Negeri pada (22/1) lalu. Namun, tidak ada tanggapan. Setidaknya, kata dia ada perhatian yang sama seperti yang ditunjukan kepada mahasiswa di Wuhan. “Kita berharap seluruh ABK yang ditahan segera mendapat pendampingan dari Kemlu. Agar mereka yang ditahan ini bisa segera dipulangkan ke Aceh. Karena mereka melintasi batas laut bukan karena sengaja tapi karena hanyut dan terseret arus,” ujarnya. [Randi] #aceh #acehbarat #acehtenggara #acehutara_lhokseumawe #acehsingkil #acehtamiang #acehgayo #acehtimur #acehbesar #acehselatan #abdya #nelayan #hanyut #terseretarus #terdampar #kapal #nelayanaceh #thailand #dipulangkan

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads