Kapal Cepat Milik Pemda Aceh Singkil Akan Dikelola Oleh BUMD

  • Whatsapp
KM Tailana. (Foto: Dok. Hariono)

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Kapal cepat KM Tailana milik Pemerintah Daerah Aceh Singkil, akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil Malim Dewa, Senin (24/2). “Kapal tetap akan dikelola oleh pihak ketiga, dan sesuai arahan BUMD yang sebelumnya direncanakan akan dikelola pihak PT ASDP,” ujarnya.

Guna menentukan tarif, Malim menyebut telah berkoordinasi dengan Dirjen Keuangan Negara untuk mengkaji tarifnya.

Baca: Kapal Cepat Milik Aceh Singkil yang Mirip Kapal Pesiar Siap Berlayar

“Jarak tempuh dari Singkil – Pulau Banyak, Singkil – Sinabang, Kabupaten Simeulu dan Singkil – Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Sumut atau sebaliknya, berapa tarifnya per mil,” ucapnya.

Kata Malim, pihaknya telah menggelar rapat dengan pihak BUMD setempat bahwa untuk penyesuaian tarif penumpang kapal cepat dirapatkan di Banda Aceh.

Kondisi kapal saat ini masih fit dan sedang bersandar di Pelabuhan Syahbandar. “Kadang kapal cepat bersandar di Pulau Banyak dan kadang bersandar di Pelabuhan Anak laut, Singkil Utara,” ungkap Malim.

Baca: Mengintip Kapal Cepat Pulau Banyak yang Mirip Kapal Pesiar

Guna mendukung sektor pariwisata Pulau Banyak, Pemda Aceh Singkil membeli kapal cepat KM Tailana senilai 4,5 miliar dari dana Otsus.

Kapal cepat ini nantinya akan melayani rute Singkil–Pulau Banyak dan Pulau Banyak–Pulau Banyak Barat dan sebaliknya. Masyarakat hingga kini masih menanti kapal cepat KM Tailana berlayar. [Khadafi]

 

View this post on Instagram

 

(Kanal Aceh/Arjuna) Sabang (KANALACEH.COM) – Plt Gubernur Aceh menugaskan Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, bersama Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, untuk melihat langsung kondisi dermaga apung atau ponton tempat penambatan kapal cepat di Pelabuhan Balohan Sabang, Senin 24/02. Ponton tersebut dilaporkan terlepas dari dermaga permanen akibat dihantam badai pada Sabtu (22) lalu. “Solusi terbaik yang bisa kita lakukan adalah menariknya. Naik docking untuk segera kita perbaiki,” kata Junaidi usai melihat kondisi ponton tersebut. Paska lepasnya ponton itu, layanan penumpang kapal cepat kini dilayani di dermaga permanen. Junaidi memastikan tidak ada kendala dalam layanan penumpang baik mereka yang pergi maupun pulang dari Sabang. Semua fasilitas di dermaga permanen pun bisa dipergunakan oleh operator kapal cepat. Junaidi mengatakan, ponton tersebut lepas dari dermaga permanen karena cuaca buruk. Seperti dilaporkan pihak Dinas Perhubungan Sabang, sejak Sabtu sore itu, kecepatan angin yang tercatat di dermaga Balohan mencapai 60 kilometer per jam. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat ponton terlepas. “Tekanan angin timur lebih kencang dan gelombang sangat tinggi,” kata Agus TR, petugas Dinas Perhubungan Kota Sabang. Cuaca buruk itu sebenarnya telah diantisipasi sejak awal oleh Dinas Perhubungan Sabang. Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang, Agus Halim, mengatakan sejak dua hari sebelum kejadian terhempasnya ponton itu, pihaknya telah meminta beberapa kapal cepat yang beroperasi di Pelabuhan Balohan untuk tidak merapat di dermaga apung itu. Kapal-kapal tersebut diminta merapat ke dermaga permanen di sebelah ponton. “BMKG juga telah me-warning terus, cuaca buruk,” kata Agus Halim. Selengkapnya di www.kanalaceh.com #acehbarat #acehtenggara #acehutara_lhokseumawe #acehutara #acehsingkil #acehtamiang #acehgayo #acehtimur #acehbesar #acehselatan #sabang #balohan #pltgubernuraceh #novairiansyah #jembatan #jembatanambruk #dermagaapung #dermagabalohan #dermagasabang #ambruk #kapal #perairan #cuacaburuk #bmkg #antisipasi

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Related posts