Sekolah di Abdya Beraktifitas Kembali, Jumlah Siswa Dibatasi

Wabup Abdya Muslizar mt sedang memasang masker kepada siswa disekolah (Jimi pratama/Kanalaceh.com)
--Ads--
loading...

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Siswa SMP dan SMA di Aceh Barat Daya (Abdya) mulai belajar tatap muka atau belajar di sekolah seperti biasa, pada Senin (13/7).

Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Jauhari membenarkan hari ini siswa SMA dan SMP mulai belajar tatap muka di sekolah masing-masing setelah sebelumnya sekolah di rumah, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Hari ini kita meninjau kesiapan sekolah tatap muka bagi siswa SMP dan SMA sederajat bersama wakil bupati dan pihak terkait,” kata kepala Dinas Pendidikan Abdya, Jauhari.

Ads

Pelaksanaan proses belajar mengajar ditengah pandemi Covid-19 ini mengacu pada protokol kesehatan. Dalam satu ruang kelas diisi minimal 18 siswa dengan sistem belajar bergiliran, bangku belajar disesuaikan berjauhan, mengenakan masker, mencuci tangan dan setiap siswa dicek suhu tubuh sebelum masuk ruang belajar.

“Belajar tatap muka ini mengikuti protokol kesehatan, setiap siswa dicek suhu tubuh, sekolah menyediakan masker, jaga jarak, sekolah menyediakan tempat cuci tangan serta membatasi jumlah siswa dalam satu kelas,” ujarnya.

Belajar tatap muka pertama ini, lanjutnya, baru berlaku untuk SMP dan SMA sederajat saja, sementara untuk Sekolah Dasar (SD) sederajat dan dibawahnya masih belum berlaku.”Kalau untuk sekolah lain belum,”sebutnya.

Sementara itu wakil bupati Abdya, Muslizar akan terus memantau jalannya proses belajar tatap muka dimasa Pandemi Covid-19, guna memastikan kesiapan sekolah terkait penyediaan infrastruktur pendukung penerapan protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan menjadi hal penting dalam menjalankan proses belajar tatap muka dimasa seperti ini. Sekolah tentu harus siap menyediakan fasilitas pendukung, seperti kesediaan masker, tempat cuci tangan dan terus mensosialisasikan kepada siswa untuk selalu jaga jarak dan tidak melepas masker,” sebutnya.

Muslizar meminta sekolah benar-benar menerapkan protokol kesehatan dan tidak main-main dengan hal ini, sebab akan sangat beresiko bagi semua kalangan. Untuk itu dia memastikan akan segera menanggulangi jika ada kekurangan.”Akan kita tindak tegas jika ada yang tidak disiplin,” katanya. [Jimi Pratama]