Pelaksanaan Salat Idul Adha di Zona Kuning, Orange dan Merah Tergantung Keputusan Kepala Daerah

Salat Idul Fitri 1441 H di Masjid Raya Baiturrahman. (Kanal Aceh/Randi)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kurva epidemiologi kasus virus corona (Covid-19) di Aceh belum stabil. Korban virus corona dilaporkan melonjak dengan penambahan kasus baru sebanyak 22 orang.

Sementara itu, salat Idul Adha 1441 H/2020 M dapat dilaksanakan di semua daerah zona hijau. Di daerah zona kuning dan zona orange/merah tergantung keputusan bupati/walikota.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau yang akrab disapa SAG mengatakan, kasus-kasus baru Covid-19 meliputi; Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Utara, Bener Meriah, Kota Langsa, dan luar daerah Aceh.

Ads

“Tren kasus Covid-19 Aceh belum stabil. Kemarin dilaporkan tiga kasus baru. Hari ini melonjak 22 kasus, sehingga totalnya sudah mencapai 193 kasus,” kata SAG, Selasa (28/7).

Menurut Jubir Covid-19, yang juga Juru Bicara Pemerintah Aceh itu, masyarakat dihimbau lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan secara konsisten, termasuk pada saat menjalankan salat Idul Adha 1441 H yang akan datang.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, telah menyurati bupati/walikota pada 20 Juli 2020 terkait pelaksaan salat berjamaah pada Idul Adha nanti, katanya. Salat Idul Adha dapat dilaksanakan di semua daerah Zona Hijau dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Sedangkan di daerah Zona Kuning dan Zona Orange/Merah tergantung pada keputusan bupati/walikota masing-masing, setelah berkoordinasi dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat, urai SAG.

Selain pada pelaksanaan salat Idul Adha, protokol kesehatan juga harus diperhatikan pada penyembelihan hewan qurban. Kebersihan tenaga (personal hygine), kebersihan tempat dan peralatan yang dipergunakan harus mendapat perhatian serius. Prinsip-prinsip jaga jarak juga harus diterapkan pada saat pembagian daging hewan qurban kepada masyarakat, katanya.

Selanjutnya SAG mengharapakan, bupati/walikota bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, Panitia Salat Idul Adha, dan Panitia Qurban, hendaknya melakukan sosialisasi dan pengawasan untuk memutuskan rantai penularan virus corona.

“Protokol kesehatan satu-satunya cara efektif pencegahan penularan virus corona, selain juga terus berdoa kepada Allah SWT agar kita semua mendapat perlindungan-Nya,” ujar SAG. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Hujan yang mengguyur Kota Subulussalam sejak Senin sore hingga saat ini mengakibatkan Sungai Lae Batu-batu meluap hingga ke badan Jalan Nasional T Umar dan merendam 40 rumah warga. Jalan Nasional T Umar yang merupakan jalan satu-satunya yang menghubungkan antara Subulussalam dan Pantai Barat Selatan demikian sebaliknya lumpuh. Banjir yang menggenangi badan jalan sejak dini hari Selasa 28 Juli 2020 itu, mengakibatkan sejumlah antrian kendaraan dari arah Aceh Selatan dan sebaliknya terpaksa terparkir sejauh ratusan meter karena tak bisa melintas. Kepala Desa Namo Buaya, Rahmad Sagala, mengatakan ketinggian air di badan jalan dusun Rikit Desa Namo Buaya sudah mencapai 120 cm. “Air Sungai Lae Batu-batu meluap, akses jalan lumpuh, 40 rumah warga saya sudah terendam banjir, saat ini warga yang terdampak sudah mengungsi ke mesjid” Kata Kepala Kampong Namo Buaya Rahmad Sagala, Selasa (28/7). Selengkapnya klik disini www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #banjir #debitair #itensitashujan #musibah #bencana #bencanaalam #rumah #akses #lumpuh

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on