Sepanjang 2020, Kerugian Akibat Bencana di Aceh Capai Rp 291 M

  • Whatsapp
Ilustrasi. Banjir di Banda Aceh. (ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sepanjang tahun 2020 bencana terjadi sebanyak 802 kali, dengan total prediksi kerugian mencapai Rp 291 miliar.

“Bencana kebakaran pemukiman mendominasi sebanyak 289 kali kejadian dengan total prediksi kerugian sekitar Rp 98 miliar,” ujar Kepala Pelaksana BPBA Sunawardi dalam keterangannya, Selasa (5/1).

Ia menyebutkan, kejadian bencana lainnya yang juga berdampak besar pada masyarakat setempat yakni kejadian karhutla 205 kali, angin puting beliung yang terjadi 100 kali, banjir 95 kali, longsor 57 kali, banjir dan longsor 13 kali.

Kemudian, abrasi 12 kali, banjir bandang 5 kali, banjir rob 2 kali, kekeringan 2 kali, gelombang pasang 1 kali dan gempa bumi berkekuatan sekitaran 5,0 hingga 5,3 SR sebanyak 21 kali kejadian.

Sunawardi menyampaikan, kebakaran pemukiman paling banyak terjadi di Aceh Besar sebanyak 39 kali kejadian dan Bireuen 29 kali kejadian. Kebakaran hutan dan lahan juga masih banyak terjadi di Aceh Besar 30 kali kejadian, Aceh Jaya 28 kali kejadian, dan Aceh Utara 15 kali.

Sedangkan banjir, kata Sunawardi, paling banyak terjadi Aceh Timur 10 kali kejadian, Aceh Tenggara, Aceh Singkil dan Aceh Selatan masing-masing 8 kali kejadian. Sedangkan banjir bandang terjadi 5 kali pada tahun 2020.

“Yang paling bardampak terjadi di Kabupaten Aceh Tengah pada tanggal 13 Mei lalu sejumlah 57 rumah milik 25 KK rusak akibat terendam banjir. Disusul banjir bandang di Aceh Utara pada tanggal 12 Juni lalu sejumlah 20 rumah rusak akibat diterjang banjir bandang,” ucapnya.

Sedangkan puting beliung, tambah Sunawardi, terjadi 100 kali paling banyak di Aceh Besar dan Sabang masing-masing 15 kali. Lalu, disusul Bener Meriah 10 kali kejadian dan terakhir abrasi paling banyak terjadi di Aceh Barat yakni 3 kali kejadian.

“Dampak yang ditimbulkan akibat bencana di Aceh Tahun 2020 antara lain banyaknya masyarakat yang terdampak bencana sebanyak 63.311 KK, 140.953 jiwa, pengungsi sebanyak 51.958 jiwa, yang meninggal dunia akibat bencana sebanyak 18 orang, dan luka-luka sebanyak 18 orang,” kata dia.

Adapun kerugian akibat bencana yang paling banyak dialami oleh Kabupaten Aceh Utara sebanyak Rp 113 miliar, Aceh Selatan sebesar Rp 23 miliar, Aceh Timur Rp 17 miliar, Aceh Tenggara Rp 16 miliar.

“Kemudian Aceh Besar sebesar Rp 11 miliar, dan disusul Aceh Tamiang  Rp 10 miliar,” sebut Sunawardi. [Rand]

Related posts