Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kasus campak di Aceh masih tergolong tinggi dan tersebar di seluruh kabupaten/kota. Dinas Kesehatan Aceh mencatat, sepanjang 2025 terdapat 5.063 kasus campak klinis, dengan 1.233 kasus di antaranya terkonfirmasi positif campak serta enam kasus rubella berdasarkan pemeriksaan laboratorium.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, mengatakan lima daerah dengan jumlah kasus tertinggi meliputi Aceh Besar, Bireuen, Pidie, Aceh Barat Daya, dan Banda Aceh.
BACA: Cakupan Imunisasi Bayi di Banda Aceh Masih Rendah
Memasuki 2026, tren kasus masih terjadi. Hingga Maret 2026, tercatat 724 kasus campak klinis, dengan 124 kasus positif campak dan satu kasus rubella. Aceh Besar masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.
“Sebagian besar pasien, khususnya dari Aceh Besar dan Banda Aceh, dirawat di RSUD Zainoel Abidin,” ujar Ferdiyus dalam keterangannya, Rabu, 22 April 2024.
Ferdiyus menjelaskan tingginya kasus campak di Aceh berkaitan dengan rendahnya cakupan imunisasi yang terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.
Pada 2025, cakupan imunisasi dasar lengkap di Aceh hanya mencapai 34,3 persen. Sementara itu, cakupan imunisasi MR pada bayi sebesar 39,9 persen, dan pada anak bawah dua tahun (baduta) hanya 23 persen.
Kondisi ini dinilai berkontribusi terhadap masih tingginya penularan campak di wilayah tersebut.
