Pemprov Aceh Klaim Sudah Pulihkan 40 Ribu Hektare Sawah Terdampak Bencana

Puluhan hektar sawah di Aceh Utara terendam banjir
Ilustrasi - Sawah yang digenangi banjir. (Elshinta.com)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Aceh mengkaliam menangani sekitar 40.852 hektare lahan sawah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi yang dikoordinasikan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh.

Luasan tersebut mencakup sawah dengan kategori rusak ringan hingga rusak berat yang telah maupun sedang dalam proses penanganan.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengapresiasi kinerja Distanbun Aceh yang dinilai berhasil mempercepat pemulihan lahan pertanian sekaligus mengamankan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Salah satu indikatornya adalah dimulainya kembali gerakan tanam padi di lahan yang telah dipulihkan pascabencana,” kata Nurlis dalam keterangannya.

Gerakan tanam padi perdana pascabencana telah dilaksanakan di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, pada 5 Juli 2026. Kegiatan tersebut diresmikan Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun yang mewakili Gubernur Aceh.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga digelar di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, pada 24 April 2026 dan dihadiri Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian Dede Sulaiman. Program yang sama juga telah dilaksanakan di Aceh Utara dan sejumlah kabupaten lainnya.

Selain percepatan rehabilitasi lahan, Pemerintah Aceh juga memperoleh tambahan alokasi anggaran dari Kementerian Pertanian. Nilai bantuan yang semula sebesar Rp380 miliar pada tahap pertama meningkat menjadi Rp515 miliar pada tahap kedua.

Pelaksana Tugas Kepala Distanbun Aceh Azanuddin Kurnia menjelaskan bencana hidrometeorologi berdampak terhadap 57.485 hektare sawah di Aceh. Rinciannya meliputi 27.437 hektare rusak ringan, 13.651 hektare rusak sedang, 16.276 hektare rusak berat, serta 120 hektare sawah yang hilang.

Dari total lahan terdampak tersebut, sekitar 40.852 hektare telah tertangani melalui program optimasi lahan dan rehabilitasi. Sementara itu, 16.633 hektare lainnya, yang didominasi sawah rusak berat dan lahan yang hilang, masih menunggu penanganan lanjutan.

Nurlis mengatakan rehabilitasi sawah dilaksanakan melalui kolaborasi Kementerian Pertanian, Distanbun Aceh, serta dinas pertanian kabupaten/kota di wilayah terdampak. Karena itu, Gubernur Mualem menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian beserta jajaran atas dukungan yang diberikan untuk pemulihan sektor pertanian Aceh.

Mualem juga meminta Distanbun Aceh terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi Kemendagri, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait agar seluruh target rehabilitasi dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Hingga 21 Juli 2026, realisasi keuangan seluruh program rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, termasuk optimasi lahan, rehabilitasi sawah, pembangunan irigasi, jaringan irigasi tersier, dan jalan usaha tani, telah mencapai 48,48 persen. Pemerintah Aceh menargetkan percepatan rehabilitasi tersebut mampu memulihkan produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah terdampak bencana.

Related posts