Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengecam aksi perundungan dan kekerasan yang dialami seorang siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh. Ia menegaskan tindakan bullying tidak boleh dibiarkan karena dapat berdampak terhadap korban.
“Ya tentu kita mengecam perilaku bullying yang terjadi di sekolah dan ini tidak bisa ditolerir dan didiamkan begitu saja,” kata Illiza usai peresmian REX Premium di Peunayong, Banda Aceh, Selasa (22/9).
Illiza mengatakan pendampingan hukum telah diberikan kepada korban. Kasus tersebut juga telah dilaporkan kepada Polresta Banda Aceh untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Lingkungan sekolah, kata dia, harus menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar sekaligus membangun sikap saling menghargai dan menghormati.
“Ini juga harus jadi pembelajaran, tidak boleh terulang. Karena anak-anak yang kita didik itu harus saling menghargai dan menghormati,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang siswa berusia 15 tahun diduga menjadi korban perundungan dan pengeroyokan oleh sejumlah siswa di salah satu SMA di Banda Aceh. Korban disebut mengalami luka di sejumlah bagian tubuh setelah diduga dikeroyok di lingkungan sekolah.
Informasi tersebut disampaikan keluarga korban melalui unggahan Instagram pada Senin (21/9) sore, disertai sejumlah foto yang disebut menunjukkan kondisi korban setelah kejadian.
