Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Penggagas pembukaan akses Jalan Nasional Bireuen-Takengon di kawasan Tajuk Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, Sahrial Abadi meninggal dunia di RSUD Fauziah Bireuen, Senin, 2 November 2026.
Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepulangan sosok yang dikenal berdedikasi tinggi bagi masyarakat Tanoh Gayo tersebut. Jenazah almarhum selanjutnya dibawa ke rumah duka di Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Safrizal mengenang Sahrial sebagai pejuang yang tulus dalam memulihkan akses transportasi masyarakat Gayo pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang serta memutus jalur vital tersebut pada akhir November 2025.
“Kami kehilangan sosok yang sangat tulus dalam ikhtiar memulihkan Tanoh Gayo. Saya masih mengingat pertemuan kami di Tajuk Enang-Enang bersama Bapak Mendagri, di bawah hujan, ketika beliau menyampaikan harapan warga dengan lugas dan jujur,” ujar Safrizal.
Aksi nyata Sahrial bermula saat kawasan Gayo terisolasi akibat terputusnya jalan nasional. Bergerak bersama warga, ia memelopori pembukaan jalan dan jembatan secara swadaya serta menggalang donasi masyarakat.
Demi memastikan pekerjaan fisik di lapangan tidak terhenti dan akses warga cepat terhubung kembali, Sahrial bahkan rela menjual tanah pribadinya untuk membiayai pengerjaan proyek swadaya tersebut.
Kerja keras dan pengorbanannya membuahkan hasil. Jalur Enang-Enang akhirnya berhasil dibuka pada 7 Juli 2026 yang disambut antusias oleh ribuan warga. Pada hari yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Safrizal dan jajaran pejabat meninjau langsung lokasi serta memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan perjuangan masyarakat yang dipelopori Sahrial.
Respons cepat warga tersebut kemudian ditindaklanjuti pemerintah dengan menyepakati penguatan struktur Jembatan Enang-Enang agar aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sembari menyiapkan skema pembangunan jembatan permanen yang baru.
Bagi Safrizal, pengorbanan Sahrial Abadi menjadi bukti nyata betapa krusialnya semangat gotong royong dan kemitraan antara warga dan pemerintah dalam proses pemulihan pascabencana.
“Pemerintah menghargai inisiatif warga seperti yang beliau pelopori. Itu bukti bahwa pemulihan Aceh hanya akan berhasil bila negara dan masyarakat berjalan bersama,” kata Safrizal.







