Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sebanyak 196 jiwa dari 56 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, terpaksa mengungsi setelah permukiman mereka diterjang banjir akibat luapan sungai sejak akhir Oktober hingga awal November 2026.
Banjir merendam permukiman di dua kecamatan, yakni Trumon Tengah dan Trumon. Luapan Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, total warga yang terdampak banjir mencapai 794 jiwa dari 222 KK yang tersebar di tiga gampong (desa).
“Total pengungsi saat ini tercatat 56 KK atau 196 jiwa. Sebagian besar mengungsi di Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu,” kata Kepala BPBA, Bahron Bakti dalam keterangannya, Selasa, 3 November 2026.
Rincian pengungsi meliputi 124 jiwa (37 KK) dari Gampong Lhok Raya dan 72 jiwa (18 KK) dari Gampong Cot Bayu. Sementara itu, 25 KK di Gampong Padang Harapan hingga kini dilaporkan masih memilih bertahan di rumah masing-masing meski terendam banjir.
Sebelumnya genangan air memutus aktivitas sosial dan ekonomi warga. Ketinggian air di pemukiman berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter, sedangkan badan jalan terendam hingga ketinggian 60 sentimeter. Selain itu, kebun dan lahan pertanian warga juga berpotensi terendam jika debit air kembali meningkat.
BPBD Aceh Selatan telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan personel Pemadam Kebakaran ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan, penilaian kaji cepat, serta memantau pergerakan air bersama unsur Muspika setempat.
Meskipun kondisi air dilaporkan perlahan mulai surut di beberapa tempat, petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko banjir susulan apabila hujan deras kembali melanda kawasan hulu sungai.
