(KANALACEH.COM) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan akan terjun ke Pidie, Aceh untuk mendalami peristiwa dugaan tindak kekerasan dan kericuhan yang berujung jatuh korban luka dan tewas dalam acara kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (4/11).
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan berdasar informasi awal yang diterima Komnas HAM, ketegangan bermula saat sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang di lokasi acara kenduri.
Merespons hal tersebut, aparat TNI kemudian mendatangi lokasi dengan maksud untuk menurunkan bendera tersebut. Namun, sambungnya, dari informasi diterimanya sejauh ini ternyata tindakan itu mendapat penolakan dari warga setempat hingga memicu ketegangan yang berujung pada kericuhan.
“Peristiwa tersebut dilaporkan diwarnai dengan aksi pemukulan serta penembakan yang menyasar warga. Dari peristiwa tersebut, satu orang warga meninggal dunia karena tertembak dan sejumlah warga serta personal TNI mengalami luka-luka,” kata Anis dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11).
Anis mengatakan Komnas HAM akan segera melakukan pemantauan untuk mendapatkan fakta-fakta dari peristiwa itu.
“Pemantauan lapangan guna mendalami kronologis peristiwa secara utuh melalui pengumpulan fakta, bahan, dan keterangan di lokasi kejadian,” kata Anis.
Komnas HAM mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan langkah-langkah scientific crime investigation untuk mengusut tuntas peristiwa, melakukan otopsi terhadap korban meninggal dunia dan memeriksa sejumlah korban yang mengalami luka-luka.
Aparat didesak memeriksa terduga pelaku serta memberikan akses keadilan bagi korban agar peristiwa yang sama tidak terulang di kemudian hari
Komnas HAM meminta pemerintah segera menyelesaikan akar masalah dan melakukan antisipasi eskalasi guna mencegah konflik sosial yang akan terjadi
“Mendesak pemerintah untuk memastikan agar para korban luka segera mendapatkan penanganan medis yang maksimal, serta menjamin upaya pemulihan hak-hak korban dan keluarganya secara komprehensif,” ujarnya.
