Hadiri Haul Abu Budi Lamno, Wagub Ajak Ulama Aceh Bersatu

Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf menghadiri Haul Abu Budi Lamno, Aceh Jaya. foto Humas Pemerintah Aceh

Lamno (kanalaceh.com) – Wakil Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, Minggu (18/10) pagi, menghadiri Haul (Alm) Tgk. H. Ibrahim bin Ishaq (Abu Budi) di Dayah Bahrul Ulum Diniyah Islamiah (Dayah Budi) di gampong Jangeut, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya.

Turut hadir Wakil Bupati Aceh Jaya, Maulidi, Tgk. H Nuruzzahri Yahya, (Waled Nu), Tgk . Bulqaini serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutan singkatnya, Muzakir Manaf mengajak para ulama bersama masyarakat Aceh bersatu membangun Aceh dan memperkuat agama Islam yang berasaskan Ahlussunah Waljamaah, sebagaimana yang diajarkan para alim-ulama Aceh terdahulu.

Ads

Pria yang akrab disapa Muallem ini sempat bernostalgia dan menceritakan pengalamannya bersentuhan dengan nilai-nilai keislaman yang melandasi semangat spiritual Aswaja.

Di hadapan ratusan alumni dansantri Dayah Budi Lamno, Wagub mengaku mendapat pembelajaran tentang nilai-nilai ke-Aswaja-an langsung dari Paduka Yang Mulia (alm) Muhammad Hasan di Tiro, di sela-sela kesibukannya berlatih kemiliteran di Libya.

“Wali Nanggroe Aceh (Alm) Tgk. H. Hasan di Tiro semasa hidupnya berpesan agar Islam di Aceh tidak di campur aduk, untuk marilah kita jaga amanah ini,” tegas Muallem.

“Ahlusunnah Waljamaah ternyata sudah lama berkembang di Aceh, maka pada momentum 1 Huharram 1437 H tahun ini kita bangun spirit kebersamaan dan bersama bersama mempertahankan apa yang sudah diwariskan oleh ulama Aceh kepada kita semua,” imbuh Wagub.

Muzakir Manaf juga memuji dedikasi Tgk. H. Ibrahim bin Ishaq (Abu Budi) sebagai guru dan sekaligus pimpinan Dayah Budi Lamno. Menurutnya, Dayah Budi patut menjadi contoh untuk dayah-dayah yang lain di Aceh.

“Harapan kita semua dapat menghasilkan kader kader sekaliber Abu Budi, yang tidak silau dengan tahta dan harta. Abu Budi, meski hidupnya sederhana namun sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat,” kata Muallem, setelah sebelumnya mendengar dengan cermat paparan autobiografi Abu Budi yang dibacakanTgk Atlibas dengan penuh haru.

Pimpinan Dayah Budi, Abah Asnawi menjelaskan, Dayah Budi dulunya terimbas tsunami sehingga kegiatan belajar mengajar sempat terhenti, gedung dan aset-aset lainnya pun musnah.

“Tapi, Alhamdulillah, Dayah Budi kami bangun kembali dan proses belajar-mengajar bisa diteruskan meski dalam kondisi serba kekurangan. Untuk itu, kami meminta wakil Gubernur menaruh perhatian terhadap Dayah Budi yang masih sangat membutuhkan bantuan” ujar Abah Asnawi. [taufik]

Ads