Gubernur : Jangan Sampai Budaya Asing Kikis Jatidiri Generasi Aceh

Peresmian Gedung Pasantren Tahfizh Quran Al-Fuad di Seruway, Aceh Tamiang, Senin (19102015) siang.
--Ads--
loading...

Kuala Simpang (kanalaceh.com) – Menyikapi masalah degradasi nilai-nilai Islami di kalangan generasi muda Aceh, Gubernur Zaini Abdullah menegaskan, perlunya langkah kontinyue dalam mendekatkan mereka dengan nilai-nilai keislaman.

“Halam hal ini mesti ada langkah terus-menerus dan tindakan antisipatif. Generasi muda Aceh harus bertaqwa dan berakhlak mulia sesuai dengan spirit Al-Qur’an,” kata Gubernur, saat meresmikan gedung pasantren Tahfizh Quran Al-Fuad Seruway, Aceh Tamiang, Senin (19/10/2015) siang.

Terlebih lagi, terang Gubernur, saat ini kondisi dunia begitu gencar diserbu oleh arus globalisasi. Dalam keadaan dunia yang serba bebas dan tidak ada batasan yang jelas antara satu bangsa dengan bangsa yang lain, sudah tentu budaya asing yang tidak sejalan dengan nilai keislaman terus menyerbu masyarakat.

Ads

IMG_20151019_140418_261

“Penyusupan dan infiltrasi budaya asing dapat mengakibatkan generasi muda kita kehilangan jati diri. Mereka akan semakin jauh dan asing dengan budaya kita yang penuh dengan nilai-nilai Islami. Keadaan inilah yang menjadi kekhawatiran kita semua dan perlu kita ambil langkah-langkah antisipatif sejak dini,” tandasnya.

Gubernur atas nama Pemerintah Aceh menyambut baik kehadiran Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Fuad Seruway, Aceh Tamiang. Harapannya, pesantren ini menjadi lembaga ummat dalam mencetak kader-kader pemimpin bangsa.

“Semoga santri-santri yang belajar di sini tumbuh menjadi generasi shaleh, kuat imannya dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” pungkas Doto Zaini.

Acara peresmian pasantren Tahfidz Qur’an Al-Fuad Seruway turut dihadiri Bapati Aceh Tamiang H. Hamdan Sati, Pimpinan Pasantren Tahfizh Quran Al-Fuad, Tgk.Al- Hafidz Zainul Abidin SHI, Ka.P2K Aceh Taqwallah, Kepala Bappeda Aceh Prof Abubakar Karim, Kadis Bina Marga Aceh Anwar Ishak, Kadis Cipta Karya Aceh Rizal Aswandi, Karo Humas Pemerintah Aceh HM. Ali Alfata, Karo Umum Setda Aceh Teuku Aznal Zahri, unsur Forkopimda Aceh Tamiang dan santriwan dan santriwati Tahfizh Quran Al-Fuad Seruway. [taufik]

Ads