ISIS pelaku serangan bom di Jakarta

ISIS pelaku serangan bom di Jakarta
Al Chaidar, Dosen FISIP Universitas Malikussaleh. FOTO : theglobejournal.com
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Dosen FISIP Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, yang juga merupakan pengamat terorisme di Indonesia, Al Chaidar menyimpulkan, pelaku serangan bom di Jakarta adalam kelompok ISIS. Kesimpulan Al Chaidar ini, disampaikannya kepada Kanal Aceh, Kamis (14/1) di Banda Aceh.

Menurutnya, dasar analisis serangan di Jakarta itu dilakukan oleh kelompok ISIS, dikarenakan pola serangan yang dilakukan berbeda dengan serangan terorisme lainnya yang perna ada di Indonesia.

Ia menjelaskan, pola serangan ISIS di Indonesia itu terlihat dari kekuatan bom yang tidak masuk kategori high eksplosive atau daya ledak tinggi, dan kemudian, para pelaku melakukan serangan terbuka secara frontal dengan menggunakan senapan laras panjang.

Ads

Jadi begini, sambungnya, ISIS di Indonesia itu para pengikutnya belum memiliki keahlian dalam merancang dan membuat bom dengan daya ledak tinggi, sehingga pola yang mereka lakukan adalah serangan terbuka dan bom daya ledak rendah.

“Nah pola-pola seperti itu merupakan gaya baru serangan terorisme dan hal itu memperlihatkan gaya ISIS sebenarnya,” terangnya Al Chaidar yang merupakan dosen aktif di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.

Sebenarnya, kata Al Chaidar, sinyal akan adanya serangan bom di Jakarta ini sudah pernah diungkap oleh kelompok ISIS, saat ditangkapnya sejumlah komplotan ISIS, seperti Abu Musa, dan kelompok lainnya di Solo dan Bekasi.

Al Chaidar menjelaskan, saat ini, kelompok ISIS di Indonesia diperkirakan 10 juta orang, dan dua juta diantaranya merupakan anggota aktif yang secara langsung memberikan sumbangan untuk membangun gerakan tersebut.

ISIS di Indonesia sendiri, katanya, merupakan sel pecahan dari gerakan terorisme Jama’ah Anshar Khalifah, dan kelompok tersebut merupakan sel pecahan dari gerakan Jamaah Islamiyah.

“Saat ini, Bekasi dan Solo merupakan basis dari gerakan ISIS di Indonesia,” terangnya.

Selain di dua wilayah itu, di Poso juga merupakan basis dari kekuatan ISIS, hal ini ditandai dengan telah berbai’atnya kelompok Santoso kepada ISIS pada 2013 lalu.

Pasca kematian pimpinan ISIS di Indonesia beberapa waktu lalu, Al Chaidar saat ini belum mengetahui siapa pimpinan organisasi itu sekarang.

Saat ditanyakan, apakah serangan serupa akan terus dilakukan ISIS di Indonesia, Al Chaidar belum dapat memastikannya. “ISIS di Indonesia ini kelompok yang kuat, dan memiliki jumlah anggota yang banyak serta loyal,” tukasnya. [Saky]