Ini kata Nasaruddin kepada ribuan Jama’ah Zikir Akbar di Aceh Tenggara

by danirandi

Kutacane (KANALACEH.COM) – Ribuan warga Aceh Tenggara memenuhi lokasi pesantren Raudhatul Shalihin di Kecamatan Bukit Tusam untuk mengikuti Zikir Akbar, Minggu (27/11).

Selain berzikir, Jama’ah juga mendengarkan Tauzyiah dari Buya Tgk. H. Syabirinsyah yang merupakan seorang ulama Aceh Tenggara dan pimpinan Pesantren Raudhatul Shalihin.

Calon Wakil Gubernur Aceh, Nasaruddin yang berpasangan dengan Zaini Abdullah (pasangan AZAN) turut berbaur dan berzikir bersama ribuan jama’ah tersebut.

Nasaruddin juga didaulat untuk berbicara mengenai pentingnya bagi jama’ah agar saling mengingatkan dalam meningkatkan ibadah kepada ALLAH SWT.

“Penting bagi kita untuk saling mengingatkan dalam beribadah kepada ALLAH SWT dan terus memanfaatkan waktu untuk berzikir dan belajar mengkaji ilmu agama serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nasaruddin‎.

Menurutnya, semangat beribadah warga harus terus didorong dan pemerintah daerah termasuk pihak yang diharapkan memiliki komitmen agar menjamin setiap warga dapat beribadah dengan nyaman.

Ibadah yang dimaksud Nasaruddin tidak hanya hubungan dengan ALLAH SWT, tapi juga hubungan muamalah dalam kehidupan masyarakat yang Islami.

“Patut kita syukuri, kebijakan dari Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang telah merubah sistem transaksi Bank Aceh dari Konvensional menjadi Syari’ah, ini merupakan langkah maju yang harus kita apresiasi dan dukung bersama,” ujar Nasaruddin.

Selain itu, kebijakan Zaini Abdullah untuk mempeluas daya tampung jamaah sekaligus membenahi Mesjid Raya Baiturrahman menurut Nasaruddin perlu didukung oleh seluruh masyarakat Aceh.

Pasalnya, Mesjid bersejarah tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh tapi juga sudah menjadi salah satu tempat ibadah yang dibanggakan secara Nasional.

Pembenahan Mesjid Raya Baiturrahman dengan bangunan payung buatan tersebut, dinilai Nasaruddin akan mengingatkan masyarakat dengan Masjid Nabawi di Madinah. Payung-payung tersebut dapat dimanfaatkan untuk menampung lebih banyak jama’ah di luar masjid sekaligus menjadi lokasi wisata religi.

“Masjid Baiturrahman walaupun letaknya di Banda Aceh tapi mesjid tersebut merupakan milik seluruh rakyat Aceh, dan pembenahan masjid raya tersebut juga menjadi kebutuhan bersama,” katanya. [Randi/rel]

You may also like

Comments are closed.