TNI AU akan kawal ketat pergerakan Militer Amerika di Banda Aceh
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang mendarat darurat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar pada Jumat (24/3) kemarin hingga hari ini Sabtu (25/3) masih dilakukan pengecekan pada mesin.

Diketahui, pesawat berjenis Boeing 707 WC 135 yang terbang dari Pulau Diego Garcia di Samudera Hindia menuju Jepang ini mengalami kerusakan mesin saat melintas di wilayah Aceh, Indonesia.

“Untuk hari ini para kru pesawat masih melakukan pengecekan pada mesin, apa-apa yang rusak,” kata Danlanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel (Pnb) Suliono saat dijumpai wartawan, Sabtu (25/3) di markas Lanud SIM.

Ads

Baca: Pesawat militer Amerika mendarat darurat di Bandara SIM

Lanjutnya, mereka juga sedang melakukan persiapan guna menunggu tim recovery dari AS membawa mesin pesawat. “Kemungkinan besok tim recovery datang,” ujar Suliono.

Setelah berkoordinasi dengan Kedubes AS dan Atase Pertahanan Indonesia, Suliono memperkirakan mereka berada di Aceh selama 5 hingga 7 hari. “Karena mereka masih menunggu mesin pesawat dari AS dan harus memasangnya. Itu butuh waktu,” jelasnya.

Diketahui, ada 20 personel militer AS yang diangkut dalam pesawat yang dipiloti Joshua Bosworth tersebut. Ada 12 kru yang memiliki paspor, sementara 8 lainnya tak memiliki.

“Selama mereka disini, kita akan mengawas secara ketat. Apalagi yang tidak memiliki paspor,” ujar Suliono. [Aidil Saputra]