Buka Sertifikasi LPJK Aceh, Wagub: Rasulullah contoh profesional sejati

Buka Sertifikasi LPJK Aceh, Wagub: Rasulullah contoh profesional sejati
Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membuka secara resmi Pelatihan Sertifikasi Keahlian Tenaga Kerja Konstruksi yang digagas oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Aceh, di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Kamis (16/11) pagi. (Humas Aceh)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam adalah sebaik-baik suri tauladan dan pribadi yang sangat menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap bidang yang diamanahkan.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutannya saat membuka secara resmi Pelatihan Sertifikasi Keahlian Tenaga Kerja Konstruksi yang digagas oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Aceh, di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Kamis (16/11) pagi.

“Dengan sikap profesional tersebut, Rasulullah selalu berhasil dalam segala bidang, baik sebagai pemimpin umat, pemimpin negara, panglima perang, maupun sebagai sudagar. Hal terakhir yang patut ditiru oleh kita yang fokus di bidang jasa konstruksi adalah keberhasilan Rasulullah membangun Yatsrib atau Kota Madinah Almunawwarah,” ungkap Nova.

Ads

Dia mengungkapkan, sesuai tuntutan zaman, profesionalitas ditandai dengan sertifikasi dan kompetensi masing-masing individu. Oleh karena itu, Nova sangat mengapresiasi langkah LPJK Aceh yang menggagas pelatihan sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi di Aceh.

“Mudah-mudahan langkah ini dapat menjadi pemicu semangat kita untuk melakukan sertifikasi secara menyeluruh kepada para pekerja konstruksi di seluruh Aceh, sehingga kita mampu melahirkan para pekerja konstruksi yang cakap, cekatan dan handal dalam rangka mendukung suksesnya pembangunan sektor konstruksi di Bumi Serambi Mekah ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mengamanatkan, bahwa wilayah kerja jasa konstruksi tidak hanya berorientasi pada bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tapi mencakup penyelenggaraan sektor konstruksi secara menyeluruh.

Sementara itu, terkait sertifikasi yang telah diwajibkan oleh Undang-undang, Nova berpesan agar para pihak dapat secepatnya menyusun langkah agar proses sertifikasi dapat berjalan secara berkesinambungan, agar para pekerja yang terlibat dalam usaha jasa konstruksi di Aceh benar-benar memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Saya terkejut dan khawatir dengan penjelasan yang disampaikan oleh Ketua LPJK Pusat, bahwa jumlah tenaga kerja bersertifikat di indonesia masih berada di bawah angka 10 persen. Ini merupakan tantangan dan kekhawatiran, yang harus segera diselesaikan,” tegasnya.

Untuk diketahui bersama, dalam sambutan Ruslan Rifa’i selaku Ketua LPJK Nasional menjelaskan, bahwa saat ini terdapat 7,3 juta tenaga kerja. Namun, dari jumlah tersebut hanya sekitar 700 ribu saja yang bersertifikat.

Ruslan juga mengungkapkan, bahwa Pemerintah Pusat saat ini sangat fokus membangun infrastruktur di seluruh Indonesia. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah telah mempersiapkan dana sebesar Rp4.700 triliun.

Melihat besarnya dana pembangunan infrastruktur ini, Nova Iriansyah berharap peningkatan dana infrastruktur ini sejalan dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja yang terserap.

“Besarnya dana infrastruktur ini harus mampu meningkatkan serapan jumlah tenaga kerja, terutama tenaga kerja bidang konstruksi yang berkompeten dan bersertifikasi. Maka, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk mendukung sertifikasi bidang jasa konstruksi ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menghimbau LPJK dan seluruh mitra konstruksi di Aceh agar bergerak cepat meningkatkan kegiatan pelatihan dan sertifikasi bagi pekerja konstruksi di Aceh.

“Dengan sertifikasi itu, para pekerja diharapkan dapat mengambil peran di tengah arus usaha konstruksi di Aceh yang bergerak cukup cepat. Selamat mengikuti proses sertifikasi ini, semoga saudara kelak menjadi pekerja ahli konstruksi yang cakap dalam menjawab tantangan zaman,” pungkasnya. [Aidil/rel]