Dubes RI untuk Belanda tertarik dengan budaya Aceh

Dubes RI untuk Belanda apresiasi Rafli Kande
Duta Besar Indonesia untuk Belanda,  I Gusti Agung Wesaka Puja berswafoto dengan Rafli Kande. (Ist)
--Ads--
loading...

Den Haag (KANALACEH.COM) – Duta Besar Indonesia untuk Belanda,  I Gusti Agung Wesaka Puja menyampaikan apresiasi kepada anggita DPD RI asal Aceh, Rafli Kande yang telah hadir ke negeri kincir angin itu.

Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di salah satu tempat di Den Haaq, Belanda, Senin (17/11) malam sebelum Rafli dan Grup Kande menuju Polandia.

“Kehadiran Bapak Rafli kesini mengingatkan saya pertama kali saya ke Aceh pada tahun 2003 silam. Kedatangan saya ke Aceh saat itu disambut dengan acara kecil yang sangat khusus yang disebut “peusijuek”. Ini membuat saya terharu,” ungkap pria yang akrab disapa Puje itu.

Ads

Di depan warga Belanda, Puje juga menceritakan bahwa terakhir dua tahun yang lalu dia berkunjung selama 10 hari ke Aceh.

“Kira-kira dua tahun yang lalu saya berkunjung ke Aceh kurang lebih selama 10 hari. Aceh adalah satu provinsi yang paling sering saya kunjungi sejak 2009. Selama 10 hari itu saya berkunjung ke berbagai tempat di Aceh, mulai dari Sigli, Lhokseumawe, Singkil bahkan saya pernah ke Tapaktuan. Di Tapaktuan saya sempag mandi di pantai rindu alam,” katanya.

“Itu kampung saya,” sahut Rafli spontan disambut tepuk tangan peserta yang berhadir.

“Saya punya banyak teman di Aceh, ada pak Irwandi Yusuf yang saat ini menjadi Gubernur Aceh, bahkan kami telah berteman sebelum itu, saat beliau masih dosen di universitas Syiah Kuala. Ada juga mantan Gubernur Aceh, pak Zaini Abdullah dan pak Muzakir Manaf. Bahkan saya juga berteman dengan alm Hasan Tiro,” lanjut Puje.

Kehadiran Bapak Rafli dengan memberikan kain Kerawang Gayo ini, tambah Puje, membuat dirinya merasakan kehangatan, kasih sayang. “Saya merasakan kehangatan dan kasih sayang seakan saya menemukan saudara lagi, luar biasa,” kata Puje.

Dilanjutkannya, kalau dilihat sejarahnya, Aceh merupakan negara yang luar biasa, mulai dari perjuangan Samudera Pasai, hingga ia menyebutkan bahwa makanan khas Aceh paling disukainya adalah mie Aceh dan ayam tangkap.

Puje juga mengaku sangat tertarik dengan budaya Aceh, bahkan dia ingin memberikan ruang lebih kepada Rafli Kande dalam mempromosikan Aceh di Eropa.

“Rafli kande akan diberikan ruang yg lebih mempromosikan Aceh di Eropa karena musiknya yang penuh dengan pesan-pesan kekuatan kearifan lokal justru menjadi referensi dunia Eropa. Kita mengapresiasi itu,” tandas Puje.

Sementara itu, anggota komite III DPD RI yang juga seniman Aceh, Rafli Kande dalam siaran persnya, Selasa (19/12), mengatakan, apresiasi tersebut merupakan hal yang baik dan dirinya akan konsen mengunggah kembali dunia tentang Aceh.

“Ini bentuk apresiasi yg baik dan kande akan konsent menggugah kembali dunia tentang Aceh yang pernah menjadi bagian penting di masa lalu, masa kini dan akan datang,” pungkasnya. [Aidil/rel]