TFA ajak Aceh jadi pelopor di Asia Tenggara berantas deforestasi

TFA ajak Aceh jadi pelopor di Asia Tenggara berantas deforestasi
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menerima kunjungan Tim Tropical Forest Alliance (TFA) 2020 dan IDH Sustainable Trade Initiative diruang rapat Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (26/2). (Humas Aceh)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menerima kunjungan Tim Tropical Forest Alliance (TFA) 2020 dan IDH Sustainable Trade Initiative diruang rapat Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (26/2).

Erwin S Widodo selaku koordinator TFA Wilayah Asia Tenggara menyampaikan, TFA merupakan sebuah lembaga kemitraan global yang mempertemukan pihak pemerintah, swasta dan masyarakat dalam upaya untuk memberantas deforestasi atau penggundulan hutan.

Saat ini, kata Erwin, belum ada daerah di Indonesia bahkan Asia Tenggara yang menjadi bagian dari TFA. untuk itu, ia sangat berharap Pemerintah Aceh dengan konsep Aceh Green bisa menjadi pelopor di Asia Tenggara dalam upaya memberantas deforestasi.

“Kami ingin Aceh menjadi daerah yang pertama menjadi bagian dari TFA sehingga menjadi contoh bagi daerah-daerah lain,” kata Erwin.

Sementara itu, Direktur IDH, Fitrian Ardiansyah menyampaikan, sebagai salah satu mitra dari TFA, IDH siap membantu pemerintah, swasta dan masyarakat dalam beberapa sektor seperti kehutanan, pertanian, perikanan.

“Beberapa komoditas yang kita dukung agar lebih sustainable kedepan seperti, sawit, kopi, kakao budidaya ikan, rempah dan lain sebagainya,” ujar Fitrian.

Beberapa usulan program kepada Pemerintah Aceh, kata Fitrian, antara lain seperti membantu dunia usaha dan masyarakat untuk meningkatkan produktifitas dan kemampuan untuk melestarikan.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sangat mendukung upaya yang dilakukan TFA dan IDH untuk mewujudkan pelestarian hutan dan mencegah deforestasi selama program yang ditawarkan bisa diaplikasikan dan dijalankan sesuai dengan kondisi Aceh saat ini.

Irwandi meminta TFA dan IDH untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat dan membantu masyarakat mendapatkan penghasilan alternative sehingga mereka tidak melakukan penebangan liar.

“Saya juga sangat senang kalau TFA dan IDH membantu Pemerintah Aceh untuk melakukan verifikasi ulang batas-batas wilayah yang digunakan oleh perusahaan sawit yang ada di Aceh,” ujar Irwandi.

Untuk menindaklanjuti kerjsama tersebut kata Irwandi, akan segera disusun MoU antara Pemerintah Aceh, TFA dan IDH guna menyusun langkah-langkah dan kerjsama yang akan dilakukan di Aceh.

Pertemuan tersebut turut dihadiri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh, Saminuddin, Kepada Biro Ekonomi Setda Aceh, Raudhi, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin serta sejumlah pejabat terkait lainnya. [Aidil/rel]

Related posts