Mahyuddin Mahmud Adan meninggal, PA: Kita kehilangan tokoh perdamaian

Mahyuddin Mahmud Adan meninggal, PA: Kita kehilangan tokoh perdamaian
Mahyuddin Mahmud Adan. (Ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un. Seorang tokoh Aceh yang merupakan konektor perdamaian antara GAM-RI, Mahyuddin Mahmud Adan telah meninggal dunia pada Senin (26/3) pukul 09.45 WIB.

Almarhum meninggal di dalam pesawat Citylink ketika sudah landing di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Partai Aceh (PA) melalui Juru Bicara PA, Teungku Jamaica mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Meninggalnya Mahyuddin, menjadikan kehilangan tokoh Aceh.

Ads

“Seluruh rakyat Aceh ikut menyampaikan kesedihan mendalam. Kita kehilangan tokoh yang ikut mendamaikan Aceh.
Semoga Segala Amal Ibadahnya diterima Allah SWT,” ungkap Teungku Jamaica, Senin (26/3) dalam siaran persnya.

Jamaica menuturkan Abuwa -sapaan untuk Mahyuddin- sangat peduli pada perdamaian Aceh. Cara yang dilakukannya ditempuh dengan penuh risiko, keikhlasan dan kehendak Allah SWT.

“Beliau adalah figur yang sangat low profile, dikenal luas di jajaran Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tidak hanya di level pimpinan, tetapi juga di level prajurit di lapangan,” ujarnya.

Menurut Jamaica, figur Mahyuddin tidak hanya dikenal dekat di kalangan GAM, tetapi juga dikenal dekat dengan jajaran Pemerintah Indonesia khususnya Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

Bukti komitmen Mahyuddin terhadap keberlangsungan perdamaian dan penyelesaian konflik Aceh, kata dia, adalah berkontribusi dalam upaya pemulangan tahanan politik Aceh yang ditahan di penjara Songkhla Thailand dan membawa pulang kembali ke Aceh.

“Mualem (Ketua Umum Partai Aceh) sangat berduka atas berpulang ke Rahmatullah Abuwa kita,” ungkap Jamaica mengutip pernyataan Muzakir Manaf.

Di rumah duka almarhum di kawasan Lampineung Banda Aceh ikut melayat Sekjen Partai Aceh Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), mantan Ketua DPRA Hasbi Abdullah, pendiri The Atjeh Connection Amir Faisal Nek Muhammad dan lain-lain. [Aidil/rel]