Kunjungi Kemenag Aceh, Wantimpres bahas isu pendidikan

(ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Prof Dr A Malik Fadjar  beserta rombongan mengunjungi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh di Jl Abu Lam U No 9 Banda Aceh, Selasa (17/7).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari serangkaian kegiatan kunjungannya ke Aceh selama tiga hari, Prof Dr A Malik Fadjar yang juga Mantan Menteri Agama dan mantan Menteri Pendidikan RI hadir bersama Sekretaris Wantimpres, Subiyanto dan Sekretaris Anggota Wantimpres, M. Maksum Isa disambut Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh, Kabag TU, H Saifuddin SE, para Kepala Bidang dan Kasubbag di jajaran Kemenag Aceh.

Pada pertemuan tersebut Wantimpres dan Kakanwil membahas tentang perkembangan pendidikan Aceh, baik sekolah maupun Madrasah dan juga membahas tentang isu terkini kerukunan umat beragama di Aceh.

Dalam sambutannya, Kakanwil mengatakan banyak tugas yang dilakukan untuk memperkuat dan memberikan pelayanan kepada umat.

“Di Aceh, kita membangun koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Daerah, malah kita mencoba membantu apa yang bisa kita lakukan untuk daerah. Khusus di bidang Pendidikan, disini madrasah adalah bagian dari sekolah dan sekolah adalah bagian dari Madrasah, tidak ada perbedaan, karena yang kita didik adalah generasi Aceh,” ujar Kakanwil.

Kakanwil juga menjelaskan tentang Porseni Kemenag Aceh yang telah sukses diselenggarakan di Kota Subulussalam.

Menurutnya, Porseni di Subulussalam adalah Porseni tersukses dan terbesar sepanjang sejarah, dimana diikuti 5.618 peserta dari seluruh Aceh, sebut Kakanwil di hadapan Wantimpres.

Selain itu, Kakanwil juga memaparkan bahwa kerukunan umat beragama di Aceh sangatlah baik, bahkan di jajaran Kanwil Kemenag ada para Pembimas dari semua Agama, akan tetapi dalam keseharian tidak ada perlakuan diskriminasi.

“Pembimas juga dibantu, walau tidak ada stafnya tapi yang lain tetap membantu untuk menyukseskan berbagai kegiatan,” tambah Kakanwil.

Selanjutnya, Kakanwil juga membahas tentang hasil pertemuan terakhir dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen terkait pembakaran mal masjid At Taqwa Muhammadiyah di Desa Sangso, Kec. Samalanga Bireuen pada awal Juli lalu yang akan diselesaikan dengan musyawarah.

“Berbagai upaya persuasif kita lakukan bersama baik dengan pemerintah daerah dan pimpinan wilayah Muhammadiyah Provinsi Aceh,” ungkap Kakanwil.

Berkat usaha tersebut telah terjalin komunikasi dan silaturrahmi antara pengurus masjid At-Taqwa dengan para tokoh ulama di Samalanga.

Sementara Prof. Malik Fadjar, anggota Wantimpres yang menangani bidang politik hukum dan HAM, keuangan moneter, pertahanan keamanan dan Kesra mengapresiasi langkah yang dilakukan Kanwil Kemenag Aceh terhadap sengketa masjid di Samalanga.

“Kemenag punya tugas utama menciptakan tata kehidupan umat beragama di Indonesia, kalau ada masalah agama, Kemenag sebagai barometer meneguhkan identitas bangsa dan menegaskan disintegrasi bangsa,” ujar Prof A Malik Fadjar.

Pendidikan agama juga tanggungjawab Kementerian Agama,  ia sepakat dengan langkah yang telah dibangun oleh Kemenag Aceh dalam mewujudkan generasi Madrasah Hebat, termasuk dalam olahraga, seperti acara Porseni.

Karenanya, arah membangun karakter bangsa itu sangat besar, dan ada perannya di Kemenag, ucap Prof A Malik Fadjar.

Pada pertemuan itu, Wantimpres juga membahas tentang kerukunan dan kebangsaan, “Kementerian Agama selalu harus didepan. Selalu siap menanggulangi berbagai persoalan bangsa, khususnya terkait agama,” tambah Wantimpres.

Ia juga menitipkan pesan khusus kepada Kakanwil Kemenag Aceh dan jajaran untuk terus melakukan berbagai Inovasi dalam membangun pendidikan di Aceh dan juga dalam merawat kerukunan umat beragama. [Randi/rel]

Komentar Facebook
Ads