Banyak pemberitaan negatif, Bupati Pidie naik pitam

Hari kedua menjabat bupati, Abusyik sidak ke RSUD
Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik) sidak ke RSUD Sigli. (Ist)
--Ads--
loading...

SIGLI (KANALACEH.COM) – Bupati Pidie, Roni Ahmad naik pitam pasca kabar pengelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 35 tingkat Kabupaten Pidie berlangsung amburadul. Abusyik Roni sapaan Roni Ahmad terlihat sangat marah saat mengisi sambutan terakhir jelang penutupan MTQ tingkat kabupaten tersebut, Sabtu (28/7) malam.

Dia mengatakan ada upaya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyudutkan even syiar islam yang digelar pemerintah Kabupaten Pidie.

Baca: Pelaksanaan MTQ ke 35 di Pidie dinilai amburadul

Ads

Pemberitaan akan hal negatif selama pengelaran MTQ sangat gencar dihembuskan oleh media, seakan-akan pemerintah bersama masyarakat Mila tidak mampu melaksanakan perlombaan antar kecamatan tersebut. “Begitulah gencarnya berita miring tentang MTQ disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Abusyik dengan nada tinggi.

Baca: Panitia Pelaksanaan MTQ Ke 35 Pidie tidak sigap

Pemberitaan yang berhembus di masyarakat, lanjut Abusyik seperti kesiapan panitia pelaksana, masalah listrik, makan untuk kafilah yang tidak memadai, panggung yang belum siap hingga hari H dan juga kesediaan air bersih untuk keperluan mandi para peserta utusan kecamatan. “Untuk persediaan air yang tidak ada misalnya, jangankan sumur, sungai saja kering saat ini,” sambungnya.

Meski isu-isu miring merebak, Abusyik mengklaim MTQ ke 35 tingkat Kabupaten Pidie berjalan aman, lancar dan sukses dan terkait isu tersebut dikatakannya tidak benar. ‎

“Para panitia MTQ telah bekerja sekuat tenaga untuk mengsukseskan acara yang sangat mulia ini, sesuai tugas masing -masing yang telah di SK oleh Bupati Pidie,” pungkasnya.

Sementara itu banyak kalangan menilai panitia pelaksana MTQ ke 35 Kabupaten Pidie, sangat bobrok dan apa yang dikatakan Bupati Pidie Roni Ahmad sangat bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan. Bahkan terkesan Bupati hanya membela panitia, se akan-akan pelaksanaannya sukses. Padahal sangat mengecewakan dengan dana Rp 1,5 miliar.  [Amir Sagita]

Ads