Lima Kabupaten dilanda banjir

6.971 hektare sawah di Aceh Utara terendam banjir
Warga Desa Cot U Sibak, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara menaiki traktor pembajak sawah untuk melintasi genangan banjir, Kamis (7/12). (Kanal Aceh/Randi)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Intensitas hujan tiga hari terakhir yang semakin tinggi di Aceh, mengakibatkan lima kabupaten mulai dilanda banjir. Lima Kabupaten itu di Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Singkil dan Aceh Utara dikepung banjir.

Banjir di Kabupaten Aceh Singkil terjadi menyusul hujan lebat yang mengguyur sejak Senin 1 Oktober 2018 yang mengakibatkan jalan menuju Ibukota Singkil terputus. Sebab, luapan air ke badan jalan menggenangi Jalan Singkil – Rimo, Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara.

Sementara banjir juga merendam 26 desa di tiga kecamatan di Aceh Utara, karena meluapnya sungai Keureuto. Kemudian 17 desa di Aceh Barat Daya yang tergenang banjir sejak Senin malam mengakibatkan jembatan penghubung antara Desa Rumoh Panyang dan Lama Tuha di Kecamatan Kuala Batee ambruk diterjang banjir.

Ads

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Syahril mengatakan, kondisi banjir diberbagai wilayah di Aceh memang rutin terjadi. Apalagi menjelang akhir Tahun.

“Rutin menjelang akhir tahun wilayah Aceh pesisir dilanda banjir dan wilayah dataran tinggi mengalami banjir bandang dan longsor,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (2/10).

Syahril mengatakan, perlu adanya pengananan secara menyeluruh antar Kabupaten dan kota yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Penanganan itu bukan hanya secara parsial.

Hal itu dilakukan agar kerugian yang dialami masyarakat dan Pemerintah setiap tahunnya bisa dapat diminimalisir.

“Perlu penanganan secara holistik antar kabupaten. Pemda kab/kota harus concern untuk penanganan segera, agr kerugian masyarakat tiap tahunnya dapat makin diminimalisir,” ujarnya.

Dari kelima Kabupaten itu, sekitar 11 Kecamatan dan 47 desa tergenang banjir. [Randi]

Ads