Satpol PP dan WH ingatkan cafe dan hotel tidak fasilitasi perayaan Valentine

Tolak Valentine, Massa: Awas maksiat dari sebatang cokelat
Massa dari berbagai sekolah di Banda Aceh menggelar aksi, pada Rabu (14/2) di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh menolak perayaan Valentine Day. (Kanal Aceh/Randi)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengimbau warganya untuk tidak merayakan hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari mendatang.

Untuk itu, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah menggelar sosialisasi terkait larangan itu ke cafe-cafe hingga hotel. Hal itu dilakukan guna meredam aksi perayaan valentine di Banda Aceh.

“Kita sudah menyebarkan seruan wali kota itu ke hotel, kafe, tempat-tempat hiburan dan itu sudah kita kirim semua, mudah-mudahan ini ini dipatuhi dan tidak dilaksanakan (perayaan valentine),” kata Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh Muhammad Hidayat saat dimintai konfirmasi, Senin (11/2).

Ads

Baca: Pemko Banda Aceh larang warga rayakan Valentine Day

Seruan larangan perayaan valentine itu sama bentuknya dengan larangan perayaan tahun baru. Sosialisasi ke tempat-tempat keramaian, kata Hidayat, sudah digelar sejak Januari lalu dan sudah ditindaklanjuti oleh pihak hotel dan pemilik café di Banda Aceh.

Dalam seruan yang diteken Wali Kota Aminullah pada 21 Januari lalu, terdapat dua poin. Di bawah kata seruan tertulis “dalam rangka menjaga kesucian Aqidah dan penguatan Pengalaman Syariat Islam maka disampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Banda Aceh bahwa Valentine Day bertentangan dengan syariat Islam dan bukan budaya Aceh.”

Pihaknya akan memantau dan menggelar patroli lebih intens saat hari valentine 14 Februari mendatang. Meski demikian, tidak ada pengawasan khusus untuk tempat-tempat wisata di Kota Banda Aceh.

“Kita pada prinsipnya pengawasan rutin, kalau khusus tidak. Kita lihat setiap tahun sudah dipatuhi, kita hanya mengingatkan kembali,” jelas Hidayat. [Aidan]

Ads