BPMA Prediksi Aceh Punya Cadangan Migas hingga 15 Tahun Kedepan

Ilustrasi blok migas. (netralnews.com)
--Ads--
loading...

Lhokseumawe (KANALACEH.COM) – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) melakukan edukasi industri hulu migas kepada sejumlah mahasiswa di Gedung Pasca Sarjana, Unimal, Aceh. BPMA menyebutkan Aceh berpotensi miliki cadangan migas hingga 15 tahun mendatang.

“Saat ini di lepas pantai Lhokseumawe ada satu lapangan gas yang dikelola oleh perusahaan Zaratex. Di situ berpotensi ada cadangan migas. Sudah kita ajukan ke Menteri ESDM. Mudah-mudahan diberikan persetujuan oleh Menteri. Jika itu berproduksi, kita perkirakan bisa bertahan 12 hingga 15 tahun ke depan,” kata Plt Kepala BPMA, Azhari Idris seperti dilansir laman Detik.com, Senin (8/4).

Dengan berbagai potensi demikian, Azhari menyebutkan patut menginformasikan kepada masyarakat dan mahasiswa tentang potensi migas di Aceh. Jika sudah dipahami, putra putri Aceh ke depan bisa berkecimpung atau bekerja di bidang migas.

Ads

Baca: BPMA gali potensi migas di Perairan Selatan Aceh

Selain di lepas pantai Lhokseumawe, saat ini ada dua sumur yang sedang dilakukan pengeboran di Aceh. Satu terletak di Aceh Timur yang dikelola oleh Renco Elang Energy dan di Langkahan, Aceh Utara yang dikelola Triangle Pasee. Kemudian, ada pihak Repsol satu sumur yang akan dibor di lepas pantai Pidie Jaya.

“Untuk sumur di Aceh Timur akan dilakukan pengeboran pada Juni mendatang. Kemudian di Langkahan, Aceh Utara akan dibor pada 19 April dan satu sumur laut dalam oleh Repsol yang akan dibor tahun depan. Nilai investasi di sumur laut dalam ini mencapai 80 juta dollar AS atau setara Rp1,5 triliun lebih,” sebut Azhari.

Baca: Impor migas di Aceh naik 21,87 persen

Kemudian, ada dua perusahaan juga sedang melakukan survey di Laut Andaman yang berbatasan dengan Thailand. Mudah-mudahan, sekarang bisa melakukan eksplorasi besar-besaran terhadap potensi alam Aceh. Sehingga, saat dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh habis, maka sektor Migas bisa menjadi andalan.

Sementara Rektor Unimal, Herman Fithra mengatakan edukasi seperti ini penting dimanfaatkan oleh mahasiswa yang berkonsentrasi dengan migas. Sebab, pasca eksplorasi gas Arun habis, dana Otsus akan berakhir. Untuk itu, sumber pendapatan lainnya harus dirancang mulai sekarang.

“Cadangan gas melimpah di Aceh. Kita akan terus mendidik mahasiswa supaya mereka berkesempatan berkecimpung di dunia migas. Kita harapkan mereka menguasai semuanya dalam beberapa tahun ke depan,” kata Herman Fithra kepada wartawan. []

Ads