Pianis Asal Belanda Akan Hibur Warga Aceh Lewat Musik Klasik

Wouter Bergenhuizen. (Openluchttheater Valkenburg)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Wouter Bergenhuizen, Pianis kawakan asal negeri kincir angin Belanda akan menghibur rakyat Aceh melalui aksi solonya, di Aula Museum Tsunami Banda Aceh, Jumat (17/5) pukul 16:30 WIB.

Wouter Bergenhuizen adalah musikus dengan prestasi cemerlang. Tahun 2017, dia menjadi satu-satunya kontestan pianis Belanda yang mencapai semifinal The International Franz Liszt Piano Competition di Utrecht. Kompetisi itu diikuti oleh pianis dari seluruh dunia.

Di Banda Aceh, Wouter akan memainkan repertoar Sonata No.31 dalam A Mayor Op.110 (Ludwig van Beethoven), Holberg Suite Op.40 (Edvard Hagerup Grieg), dan Images-premier livre (Claude Debussy).

Ads

Meski baru pertama ke Aceh, Wouter meyakini bahwa penikmat musik klasik masih ada di Banda Aceh, namun minim pemainnya.

“Di Kota Banda Aceh saya rasa punya banyak penikmat musik klasik, tapi tidak ada pemainnya. Jadi saya punya kesempatan untuk memperkenalkan musik klasik kepada masyarakat Aceh,” kata Wouter Bergenhuizen saat ditemui di Kantor Komunitas Tikar Pandan, Kamis (16/5).

Pertunjukan piano itu dalam rangkaian lawatan ke tiga kota di Indonesia. Selain Aceh, pria berusia 31 tahun itu juga tampil di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, Jakarta (11/5) dan Gereja Wesley Methodist, Medan (13/5).

Lawatannya ke Indonesia tersebut difasilitasi oleh Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Manajer Proyek Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, Bob Wardhana, sejak tsunami melanda Aceh, sangat jarang ada musik klasik di Aceh. Menurut dia, musik klasik punya penikmatnya tersendiri di Aceh.

“Makanya begitu ada musisi musik klasik Belanda ke Indonesia, saya bawa kemari (Aceh),” kata Bob Wardhana.

Ditanya apakah Wouter akan membawa musik lokal Aceh nantinya?, Bob menyebutkan, Wouter akan membuat kejutan dengan memainkan music Aceh versi dia.

“Akan ada satu lokal yang akan dibawakan dalam bentuk klasik,” ujar Bob. [Randi]