Resahkan Warga Subulussalam, Penderita ODGJ Pecahkan Kaca Mobil Warga

Kaca mobil yang dipecahkan oleh penderita ODGJ di Subulussalam. (ist)

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang biasa berkeliaran di Subulussalam berbuat anarkis dan resahkan warga.

Aradi Karim, salah seorang warga yang menjadi korban ODGJ di Subulussalam kepada kanalaceh.com, Kamis (20/06) mengatakan dirinya dan banyak masyarakat pernah menjadi korban keganasan ODGJ, yang hingga hari ini masih berkeliaran di Subulussalam.

“Mobil saya dilempar sampai pecah dibagikan kaca belakang, bukan saya saja, banyak korban yang lain, termasuk anak-anak sering dikejar-kejar dan dilempar,” kata Radi.

Ads

Ia berharap kepada keluarga penderita ODGJ di Subulussalam dan semua pihak, yang terkait supaya memperhatikan persoalan ini agar tidak lagi ada korban berikutnya.

Kepala Dinas Sosial H Sanusi mengatakan pihaknya sudah dua kali mendampingi penderita ODGJ ke RSJ Banda Aceh. Namun kata dia, pihak keluarga tidak serius merawat, sehingga sakitnya tak sembuh.

“Batas perhatian dan bantuan pemerintah melalui BPJS  terkait ODGJ ini hanya dua kali, selebihnya tidak bisa lagi ditangani pemerintah, kalaupun ingin kita bawa lagi ke RSJ itu biayanya dari keluarga atau jalur mandiri,” kata Sanusi

Hal senada disampaikan Kadis Kesehatan Mashuri SKM, saat dikonfirmasi wartawan juga mengatakan pihaknya bersama dinas terkait lainnya sudah dua kali membawa pelaku ODGJ ke Banda Aceh. Namun setelah sembuh, tidak lama kambuh lagi.

“Masalah ini sudah kita tangani sebanyak dua kali, sebenarnya persoalan ini tergantung keseriusan keluarganya untuk merawat, karena kalau hanya kita, pihak RSJ juga tidak akan menerima, kalau masalah obat, kita ada sediakan dan gratis, cuma masalahnya siapa yang merawatkatanya,” kata Mashuri.

Pantauan kanalaceh.com di seputaran wilayah Subulussalam, keberadaan penderita ODGJ itu sudah sangat meresahkan. Namun belum ada upaya penanganannya.

Dikonfirmasi kepada keluarga pelaku ODGJ yang melakukan pelemparan melalui kepala Desa Muara Batu-batu, M Sailan mengatakan, pihaknya sudah capek mengurus warganya itu. Dan ia akan mencari solusi penyelesaian persoalan ini.

“Nanti coba saya komunikasikan lagi dengan keluar, dan semua pihak untuk mencari solusi penyelesaian persoalan ini,” kata Sailan. [Satria Tumangger]

Ads