Kabut di Aceh Bukan Dari Riau

Kabut asap berpotensi terdorong ke Bireuen, Lhokseumawe dan Aceh Utara
Ilustrasi - Sejumlah pengendara melaju di jalan yang dipenuhi kabut asap di Jalan Medan - Banda Aceh di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (24/7). (Antara Foto)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Badan Metereologi, Klimtologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang menyebutkan, kabut yang menyelimuti Aceh dalam tiga hari ini, bukan berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Menurut Kasi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang Banda Aceh, Zakaria Ahmad mengatakan, dari pantauan pihaknya, kabut yang menyelimuti beberapa bagian daerah di Aceh diakibatkan suhu udara yang relatif dingin.

Baca: BMKG Prediksi Kabut Asap di Lhokseumawe Bukan kiriman Riau

Ads

“Ini dikarenakan sudah beberapa hari di Aceh tidak ada kebakaran hutan yang signifikan, disamping suhu udara dipagi hari relatif dingin dengan suhu minum pagi hari berkisar antara 22 – 25°C dan uap air diudara (RH) relatif tinggi antara 90 – 98 persen, disamping itu juga mulai pukul 10:00 WIB keatas kabut sudah mulai menghilang, bahkan visibity diatas 8 km jarak pandangnya,” kata Zakaria, Minggu (15/9).

Sementara, jika kabut asap yang terjadi, kata Zakaria, suhu udara akan tinggi diatas 26 derjat celcius. Kemudian kabut akan bertahan hingga sore hari, bahkan bertahan lama jika tidak diguyur hujan.

“Bila dilihat dari peta sebaran asap yang dikeluarkan oleh BMKG Pusat, juga belum sampai asap dari Pekanbaru ke Aceh,” jelas Zakaria.

Ia mengingatkan, masyarakat Aceh untuk mewaspadai peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan. Pihaknya memperkirakan, Aceh akan lebih banyak diguyur hujan walau dengan hujan yang tidak merata. [randi]