Sejumlah Wartawan dan LSM Gelar Unjuk Rasa di Subulussalam

Sejumlah Wartawan dan LSM Gelar Unjuk Rasa di Subulussalam
--Ads--
loading...

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Puluhan Wartawan dan LSM yang tergabung dalam Lintas Organisasi Pers dan Individu Kota Subulussalam menggelar Unjuk Rasa (Unras) di Bundaran Simpang Tugu BPD Kota Subulussalam Senin (20/1).

Aksi Unras yang merupakan bentuk Solidaritas Wartawan dan LSM Subulussalam itu menuntut agar kasus pengancaman yang diduga dilakukan oleh seorang kontraktor kepada wartawan di Meulaboh Aceh Barat pada tanggal 4 Januari 2020 silam segera dituntaskan dengan menggunakan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam pernyataan sikapnya, para pendemo juga mengecam segala bentuk diskriminasi terhadap jurnalis dan pekerja media serta meminta kepada pihak kepolisian agar memberikan perlindungan terhadap kebebasan Pers dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Ads

Jurnalis dan LSM yang bertugas di kota Subulussalam itu juga membawa poster bertuliskan Stop Kekerasan terhadap Jurnalis, Usut Tuntas Kasus Pengancaman Terhadap Wartawan di Meulaboh, Wartawan Juga Butuh Belayan, Tertibkan Kepemilikan Senjata Api di Aceh, Kemerdekaan Pers dilindungi UU 40 Tahun 1999 dan lainnya.

Unras yang mendapat pengawalan dari Personil Polres Subulussalam itu dikoordinir oleh Satria Tumangger Reporter Portal Berita Kanal Aceh dan Rofi Rahendra Wartawan iNews TV Wilayah kerja kota Subulussalam.

Sekira satu jam orasi dilakukan secara bergantian, Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono datang menghampiri para pendemo dan mengajak audiensi ke salah satu warung kopi di kota Subulussalam.

Dalam Audiensi itu, Kapolres Subulussalam Qori menyatakan pihaknya juga mengutuk keras dugaan pengancaman terhadap Wartawan yang terjadi di Meulaboh Aceh Barat.

“Semua tuntutan rekan-rekan wartawan dan LSM Subulussalam akan kami teruskan kepada Polres Aceh Barat dan Polda Aceh” Kata Kapolres Qori Wicaksono.

Kapolres Subulussalam itu juga mengatakan akan memberikan perlindungan kepada jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Banyak hal yang dibahas dalam Audiensi pagi itu, termasuk soal kasus-kasus korupsi dan isu-isu yang berkembang di kota Subulussalam serta membangun komunikasi intens dan kemitraan antara Insan Pers dan Kepolisian Resor Subulussalam. (Satria Tumangger)

Ads