Kapolda Sumut Pastikan Tak Ada Larangan Gula Masuk ke Aceh

Jelang Ramadhan, Bulog Kutacane tambah stok gula
Ilustrasi. (Tempo)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam mengaku sudah menghubungi Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar untuk menanyakan informasi adanya larangan masuknya gula ke Aceh.

Dek Gam–sapaan Nazaruddin, mengatakan kalau Kapolda Sumut mengaku kepadanya tidak ada pelarangan gula pasir masuk ke Aceh.

“Pak Kapoldasu menyatakan kepada saya tidak ada larangan pasokan sembako ke Aceh,” kata Dek Gam, Jumat (27/3).

AdsPHP Dev Cloud Hosting

Baca: Kemendag Akan Kirim 20 Ton Gula ke Aceh

Selain itu, Dek Gam juga mengungkapkan Kapoldasu memastikan kepadanya tidak ada yang yang melarang atau mengganggu pasokan sembako ke Aceh dari Medan.

“Kalau mendengar pengakuan dari Kapoldasus, jelas adanya dugaan permainan para cukong dan oknum pengusaha jahat yang memanfaatkan situasi corona,” kata Dek Gam.

Untuk itu, ia meminta kepada Kapolda Aceh untuk segera menggelar razia besar-besaran terkait kebutuhan bahan pokok yang sudah mulai naik di Aceh setelah merebaknya kasus corona.

“Ini tidak boleh dibiarkan, sudah banyak masyarakat yang mengeluh kepada saya, apalagi ini sudah mendekati bulan puasa,” ujar Politisi PAN itu.

Dek Gam menakutkan apabila ini terus dibiarkan, akan terjadi gejola ekonomi masyarakat Aceh, sehingga masyarakat akan terus menjadi korban akibat perbiaran ini.

“Kalau memang ditemukan adanya penimbunan, saya minta hukuman yang berat terhadap para pelaku itu,” tegasnya. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa salat Jumat bisa digantikan salat Zuhur untuk mengantisipasi kerumunan di tengah wabah corona. Menanggapi hal itu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh belum menerapkannya di Aceh. Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali, mengatakan imbauan itu hanya berlaku di daerah yang banyak ditemukan kasus terinfeksi virus corona. Sementara di Aceh, kata dia, belum ada dan masih dalam tahap antisipasi. Namun, langkah antisipasi tetap dilakukan, untuk tetap menjaga kebersihan dan sterilisasi tempat ibadah. “Kita belum melihat untuk konteks itu beberapa hari ini, belum kita berlakukan di Aceh (ganti shalat jumat ke zuhur),” kata Faisal Ali saat dikonfirmasi, Rabu (18/3). Pihaknya menyarankan agar warga yang kurang sehat agar beribadah di rumah saja. Sementara, yang sehat dianjurkan untuk tetap beribadah ke masjid secara berjamaah maupun sendiri-sendiri. “Yang kurang sehat, biar ibadah di rumah saja. Sementara kita menganjurkan yang sehat untuk tetap beribadah baik secara berjemaah,” ucapnya. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #ibadah #shalatjumat #shalatzuhur #masjid #warga #corona #covid_19 #antisipasi

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads
Artikel SebelumnyaTak Terima Diberikan Sosialisasi Soal Bahaya Corona, Pria di Banda Aceh Pukul Polisi
Artikel SelanjutnyaCegah Corona, Pasar Aceh Ditutup Sementara