9 Hektare Lahan di Aceh Terbakar

Lahan terbakar di Aceh. (Foto: BPBA)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Seluas 9,5 hektare lahan terbakar di dua wilayah di daerah Aceh. Masing-masing, 2,5 hektare di Aceh Selatan dan 7 hektare di Nagan Raya.

Informasi yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), kebakaran lahan di Nagan Raya terjadi di dua titik. Yaitu di Desa Krueng Itam 5 hektare dan Desa Alue Siron 2 hektare.

Kepala BPBA, Sunawardi mengatakan, BPBD Nagan Raya sudah mengerahkan mengerahkan 10 unit pompa gendong dan 1 unit mesin pompa, ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

Ads

Kondisi terkahir,  untuk wilayah Desa Alue Siron, api sudah berhasil dipadamkan. Sedangkan untuk wilayah Desa Krueng Itam, api sudah dapat dipadamkan, akan tetapi kumpalan asap masih ada.

Upaya penanganan, kata dia juga menyulitkan petugas dan terkendala oleh terbatasnya sumber air, lahan yang terbakar adalah lahan gambut, dan arah angin yang berubah-ubah.

“Kebakaran itu berawal dari informasi masyarkat. Namun, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” kata Sunawardi dalam keterangannya, Kamis (2/7).

Sementara itu, di Aceh Selatan, kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Trumon seluas 1 hektare dan Bakongan 1,5 hektare. Untuk kondisi terakhir, api sudah dapat dipadamkan oleh Satgas Dalkarhutla sehingga tidak merambat ke lahan lainnya. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Badan Pusat Statistik mencatat pada bulan Mei 2020, Aceh melakukan impor garam, belerang, kapur sebesar US$ 244 ribu atau sebesar 99,36 persen dari total impor non migas dari negara Thailand. Kepala BPS Aceh, Ihsanurijal mengatakan, impor barang non migas itu tercatat di bulan Mei 2020. “Nilai impor komoditi non migas paling besar adalah kelompok komoditi Garam, Belerang, Kapur yaitu sebesar US$ 244 ribu atau sebesar 99,36 persen dari total impor non migas dengan jenis komoditi utamanya adalah Gypsum, anhydrite (Gipsum),” ujar Ihsanurijal dalam keterangannya, Kamis (2/7). Sementara itu, secara keseluruhan, nilai impor Provinsi Aceh pada bulan Mei 2020 adalah sebesar US$ 245 ribu. Provinsi Aceh tidak melakukan impor komoditas migas pada bulan Mei, hanya melakukan impor komoditas non migas. Selain impor, BPS juga mencatat nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada bulan Mei 2020 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan April 2020, nilai ekspor Provinsi Aceh sebesar US$ 15.359 USD atau mengalami penurunan sebesar 25,14 persen. “Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Mei 2019 menunjukkan penurunan sebesar 63,23 persen. Sementara itu nilai impor Provinsi Aceh pada bulan Mei 2020 tercatat sebesar US$ 245, nilai ini mengalami penurunan sebesar 31,41 persen dibandingkan bulan April 2020. Apabila dibandingkan dengan nilai impor pada bulan Mei 2019 menunjukkan penurunan sebesar 89,97 persen,” ujarnya. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #impor #garam #thailand #perekonomian #ekspor #neracaperdagangan #internasional #komoditas #ekonomi

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on